Arsip Kategori: Filsafat

Will to Power

Oleh Absurditas Friedrich Falah, Kelana Patria, Dan Lussi Maelussimah Suppose nothing else were “given” as real except our world of desires and passions, and we could  not get down, or up, to any other “reality” besides the reality of our … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Apollinian and Dionysian

Much will have been gained for aesthetics once we have succeeded in apprehending directly-rather than merely ascertaining-that art owes its continuous evolution to the Apollinian- Dionysian duality, even as the propagation of the species depends on the duality of the … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Values and Morals

Oleh Absurditas Friedrich Falah Nevertheless. — however credit and debit balances may stand: at its present state as a specific individual science the awakening of moral observation has become necessary, and mankind can no longer be spared the cruel sight … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Truth and Knowledge

Oleh Lussi Maelussimah dan Kelana Patria There are no facts, only interpretations. from Nietzsche’s Nachlass, A. Danto translation. Enemies of truth.– Convictions are more dangerous enemies of truth than lies. from Nietzsche’s Human, all too Human, s.483, R.J. Hollingdale transl. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Nietzsche And Christianity

Christianity’s Origin Christianity as antiquity.– When we hear the ancient bells growling on a Sunday morning we ask ourselves: Is it really possible! This, for a jew, crucified two thousand years ago, who said he was God’s son? The proof … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Teori Konstruk Ilmu

KONSTRUK TEORI (THEORITICAL CONSTRUCTION) ) DAN PARADIGMA (PARADIGM) Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah penulisan karya ilmiah   Disusun oleh : LUSSI MAELUSSIMAH 208100224 UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2010 M   PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Manusia Berteologi

Teologi adalah: pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan berdasarkan iman.   Secara sederhana, iman dapat didefinisikan sebagai sikap manusia dihadapan Allah, Yang mutlak dan Yang kudus, yang diakui sebagai Sumber segala kehidupan di alam semesta ini.  Iman itu ada … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | 2 Komentar

Mengapa?

oleh Absurditas Friedrich Fallah pada 13 Juli 2011 pukul 22:16 Mengapa aku tidak memilih untuk hidup? kalau saja harus seperti ini. Pernah ku berfikir, mengapa Tuhan tidak memberi untuk memilih hidup? Toh bukti kalau semua ditentukannya dari awal sampai akhir. Terkadang kita … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

“Apa Mau-Mu?”

Falah Aku diciptakan oleh-Mu ke dunia ini. Selama ini ku tidak  mengenali diri-Mu, melainkan tentang diri-Mu. Sempat ku berfikir, seandainya manusia di muka bumi ini tak percaya akan dirimu-Mu, apakah kau akan disembah, baik di dalam dan di luar fikiran? Terkadang aku bingung, apa sebenarnya tujuanku diciptakan dan hidup? Kau berfirman dalam QS 35 : 15-17 bahwa kau tidak butuh manusia dan sebagainya. Dalam firman-Mu yang lain menyatakan bahwa Manusia dan Jin diciptakan hanya untuk beribadah, tau KAU tidak membutuhkan ibadah Manusia dan sebagainya. Dan itu kembali kepada diriku sendiri. Jadi aku hanya menyembah diriku sendiri secara sejati. Kau hanya mustahiq fil ibadah, dan aku hanya beribadah pada KAU yang berada di dalam fikiranku. Mengapa? Karena Tauhid setiap orang itu berbeda. Apakah tujuan-Mu sebenarnya menciptakanku? Hanya memainkankah? Kebaikan dan keburukan jelas ditentukan oleh-Mu. Dan Nasib seseorang ditentukan oleh-Mu. Apakah kau tahu, bahwa setiap jiwa menginginkan kebahagiaan selamanya?

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

“Tauhid Bilangan”

Apabila kita sepenuhnya memahami arti tauhid dan keesaan Tuhan, kita juga memahami dengan benar bahwa ketunggalan-Nya bukanlah ketunggalan bilangan, halnya “menjadi satu”. Sebab, apabila secara bilangan, menjadi satu menunjukan bahwa maujud lain seperti itu secara hipotesis dimungkinkan. Akan tetapi, karena factor-faktor tertentu, ia tidak eksis. Asumsi ini berlaku pada maujud-maujud itu. Yaitu bisa saja diasumsikan ada dua atau lebih maujud seperti itu.   Dalam kitab “Syawahid Al-Rububiyyah” karya Mulla Shadra dijelaskan bahwa keesaan Tuhan bukanlah ketunggalan bilangan. Namun, keesaannya adalah sejati, dalam arti bahwa ia tidak bersekutu (Yaitu tak masuk akal atau mustahil untuk mengasumsikan adanya kedua atau yang ketiga yang menyerupai-Nya).

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

“Kebebasan Sebagai Kemandirian”

oleh Absurditas Friedrich Fallah Salah satu sarti dari berbagai makna kebebasan adalah bahwa siapapun harus benar-benar mandiri tidak berada di bawah pengaruh atau bergantung pada apapun dan siapapun, serta tak ada satupun arti ketergantungan yang dapat dipasang kepadanya. Apabila seseorang berpendapat bahwa alam semesta ada dan berdiri sendiri dengan tegak sendirinya, serta tidak bergantung kepada Tuhan, dan kehendak Tuhan tidak berperan dalam rotasi dan revolusi unsurnya, maka pertanyaan ini bermakna pembebasan alam semesta dan segala jenis control yang bersifat ketuhanan.   Melihat itu semua kemungkinan kita akan berkata bahwa manusia bebas dari segala jenis tanggungjawab dan penghambaan kepada wujud selain dirinya, termasuk Tuhan. Dalam hal ini ada dua pendapat yang menyatakan. Pertama, sebagian meyakini bahwa segala sesuatu itu pasti bergantung dan di bawah kehendak Tuhan. Kedua, golongan lain berpendapat bahwa Tuhan itu ada dan menciptakan alam semesta ini. Namun, setelah membuat, Tuhan membiarkannya dan lepas dari kehendak-Nya. Seluruh unsurmya spontan akan mengalami rotasi dan revolusi secara terus menerus dengan mematuhi aturan dan sistem yang telah menjadi ketetapan dari Tuhan. Menurutnya, setelah Tuhan menciptakan alam semesta, lalu ia membiarkannya dan alam semesta berdiri sendiri tanpa bergantung pada-Nya. Pamdangan ini menolak wewenang “Kepengetahuan Kosmis” Tuhan, sementara pendapat pertama menyangkal eksistensi Tuhan. Kedua pendapat ini tidak kompatibel dengan pandangan islam yang berkarakter tauhid.   Referensi : 1. Freedom : M.T.M Yazdi 2. Filsafat Moderen ; F. Budi Hardiman 3. Filsafat Islam

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

“The Will To Power” Oleh Elizabeth Nietzsche

oleh Absurditas Friedrich Fallah Karya ini saya temukan oleh kakak saya di inggris. Buku yang berjudul “The Will To Power” yang telah ditambah dan dikurang oleh Elizabeth Nietzsche.. isinya ialah :   1. Apa yang salah besar baik harus diam atau … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

Kebenaran Menurut Friedrich Wilhelm Nietzsche

Kebenaran Menurut Friedrich Wilhelm Nietzsche[1] Oleh : Absurditas Friedrich Fallah[2] “Tidak akan terbalaskan jasa seorang guru, apabila kita bertahan menjadi muridnya. By Friedrich Nietzsche.” Kemampuan akal manusia dan pengetahuannya manusia berkeinginan untuk bisa menguasai alam. The Will To Power (Dalam bahasan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar

PREDIKAT STATEMEN MORAL

Oleh Noor Falah   Pembahasan inti moral dalam konsep-konsep moral adalah peroblematika yang berkorelasi dengan konsep-konsep yang berfungsi sebagai predikat statemen-statement moral. Seperti baik, harus, tidak boleh. Banyak dari kaum filosof  yang berusaha merumuskan teori-teori berkenaan dengan konsep-konsep tersebut. Pada … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filsafat | Tinggalkan komentar