Sibernetika Dan Catastrophe

Sibernetika Dan Catastrophe
Oleh Melani dan Fallah

Sejarah diselimuti kekurangberhasilan untuk membuat teori matematika guna menjelaskan dan memprediksi kejadian yang luas, termasuk gejala-gejala sosial. Abad ke-7 Leibniz berkontemplasi sistem logika yang begitu kuat, sampai-sampai tidak hanya mampu memecahkan semua pernyataan-pernyataan matematis, namun pernyataan-pernyataan filsafat, moral, dan politik. Impiannya tetap berlaku, bahkan di abad skeptis. Sejak perang Dunia II para Ilmuwan terpikat hanya sementara paling tidak pada tiga kategori : Sibernetika, Teori informasi, dan Teori Catastrophe.

Sibernetika sebagian besar diciptakan oleh Norbert Wiener, seorang ahli Matematika di MIT. Subjudul bukunya tahun 1948, Cybernetics mengungkapkan ambisinya : Control and Communcation in the Animal and the Machine. Wiener mendasarkan neologismenya pada istilah Yunani yaitu Kubernetes, atau dalam bahasa indonesia artinya mahkota. Ia mengatakan bahwa mungkin sekali menciptakan teori tunggal yang universal sehingga semua gejala biologis, dari organisme satu sel sampai ekonomi bangsa-bangsa. Semua entitas tersebut berproses dan bertindak berdasarkan informasi : semuanya menggunakan mekanisme seperti mekanisme feedback negatif dan positif dan penyaringan untuk membedakan sinyal-sinyal kebisingan.

Pada tahun 1960-an sibernetika kehilangan pesonanya. Insinyur listrik terkenal John R. Piere secara menyedihkan mencatat bahwa pada tahun 1961”Di Negri ini kata Sibernetika kebanyakan digunakan di dunia pers dan majalah-majalah umum dan semisastra.” Sibernetika masih memiliki peminat di sejumlah wilayah terisolasi, terutama Rusia (yang pada era Uni Soviet sangat menerima fantasi masyarakat sebagai sebuah mesin yang bisa disetel dengan mengikuti ajaran sibernetika). Pengaruh Wiener hadir dalam budaya Amerika jika tidak dalam ilmu pengetahuan itu sendiri : kita bertulang beberapa kata seperti cyberspace, cyberpunk, dan cybord terhadap Wiener.

Sangat erat hubungannya dengan istilah sibernetika adalah teori informasi yang diajukan claude Shamon pada tahun 1948, ahli matematika Bell Laboratories, dalam sebuah makalh dua bagian berjudul “A Mathematical Theory Of Communication”. Prestasi Shamon paling hebat adalah membuat definisi matematika tentan informasi hebat, yaitu membuat definisi matematika tentang informasi yang didasatkan pada konsep entropi dlam termodinamika. Tak seperti sibernetika, teori informasi terus berkembang. Teori Shamon dirancang untuk meningkatkan transmisi informasi telepon, sambungan telegraf yang dipengaruhi gangguan listrik dan kebisingan. Teori tersebut masih berfungsi sevagai dasar teoretis dalam pengkodean, tekanan, proses konversi data, dan aspek-aspek lain dalam pengolahan informasi.

Pada teori informasi mempengaruhi disiplin-disiplin lain di luar komunikasi, termasuk bahasa, psikologi, ekonomi, biologi, bahkan seni. Meskipun teori informasi menikmati pencerahan dalam fisika sebagai akibat pengaruh John Wheelr dan yang lain, tapi belum menyumbangkan sesuatu yang konkret. Shamon sendiri rupanya ragu apakah aplikasi tertentu dari teorinya berlebihan. Beberapa orang berfikir teori ini bisa menginformasikan anda beberapa hal tentang makna, ia pernah mengatakan begitu kepada John Horgan, tapi teori itu tidak bisa dan tidak dimaksudkan untuk demikian.”

Barangkali metateori yang paling laku adalah yang secara tepat dinamai dengan teori catastrope, yang dibuat oleh ahi matematika Francis Rene Thom pada tahun 1960-an. Tom mengembangkan teori tersebut sebagai sebuah formalisme matematika murni tapi ia dan yang lain mulai mengklaim teri tersebut bisa memberikan pandangan terhadap gejala yang lebih luas ditampilkan tingkah laku yang terputus-putus.

Persamaan Thom mengungkapkan bagaimana sebuah sistem yang tertata bisa mengalami peralihan catasthropik yang kasar dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Ton dan para pengikutnya menyatakan oermasaan-persamaan tersebut bisa menjelaskan tidak saja peristiwa-peristiwa yang murni fisik seperti gempa bumi, tapi juga fenomena biologis dan sosial. Dua orang ahl matematika menyerukan dalam Nature bahwa teori catasthrope adalah salah satu banyak banyak usaha mendiskusi dunia hanya dengan pemikiran saja.

Sumber :

1. The End Of Science : John Horgan

2. Integrasi Dua Epistemologi Sanis Dan Agama.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sains. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s