Analisis Semantik Kata Fitnah

Nama                           : Noor Falah

TTL                             : 17 Juli 2011

Jurusan/Fakultas          : Tafsir Hadits Fakultas UIN SGC Bandung

Semester                      : 5/B

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Al-Qur’an adalah firman Allah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat yang di sampaikan Oleh Malaikat Jibril, dan merupakan sumber utama ajaran islam,

Dalam al-Quran itu ada beberapa hal atau perkara yang sedikit sekali Al-Qur’an membicarakanya, atau Al-Qur’an hanya membicarakan secara globa tentang janji, larangan, ancaman, hukum, kisah-kisah para Nabi,l,

Kaum Muslim Meyakini dengan sepenuh Hati, Bahwa Al-Quran itu adalah  sebagai petunjuk bagi Manusia.

Sehubngan dengan Hal itu, maka sebagai Kaum Muslimin yang taat dan patuh terhadap Hukum yang telah Allah tetapkan Dalam Al-Quran mengikuti dengan sepenuh Hati semua yang ada dalam al-quran, Salah Satu larangan  yang ada dalam Al-quran adalah bagi muslim di larang untuk berbuat Fitnah karena perbuatan Fitnah ini dapat menjadikan Manusia menjadi tidak Rukun, Serta Allahpun Berfirman

“Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan”

Jadi jelaslah, Bahwa perbuatn Fitnah merupakan perbuatan yang dosanya sama dengan membunuh.

Akan tetapi, Dalam Al-Quran Kata fitnah Tersebut memeiliki  banyak makna,diantaranya, siksaan, ujian, cobaan, Dalam Al-Quran disebutkan Bahwa  kata Fitnah Dalam Al- Quran disebutkan 60  kali dengan Konteks yang berbeda.Dalam surat (QS. Al-An’am [6]: 53, Taha [20]: 85, al-Ankabut [29]:3, Sad [38]: 34, dan al-Dukhan [44]: 17), فتناك (QS. Thaha [20]: 40) فتناه (QS. Sad [38]: 24), فتنتم (QS. Al-Hadid [57]: 14), فتنوا (QS. al-Buruj [85]: 10), تفتنى (QS.al-Taubah [9]: 49), لنفتنهم (QS. Taha [20]: 131, al-Jinn [72]: 17), يفتنكم (QS. al-Nisa [4]: 101), يفنتتكم (QS. al-A’raf [7]: 27), يفتنهم (QS. Yunus [10]:83), يفنتوك (QS. al-Maidah [5]: 49), ليفتنونك (QS. al-Isra [17]: 73), فتنتم (QS. Taha [20]: 90), فتنوا (QS. al-Nahl [16]: 110), تفتنون (QS. al-Naml [27]: 47), يفتنون (QS. al-Taubah [9]: 126, al-Ankabut [29]: 2, al-Zariyat [51]: 13), فتونا (QS. Taha [20]: 40), بفاتنين (QS. al-Saffat [37]: 162), المفتون (QS. al-Qalam [68]: 6), فتنتك (QS. al-A’raf [7]: 155), فتنتكم (QS. al-Zariyat [51]: 14), فتنته (QS. al-Maidah [5]: 41), فتنتهم (al-An’am [6]: 23)

Keseluruhan kata bentukan fitnah yang berakar dari inti kata فتن dalam Alquran, oleh al-Razi tidak dimaknai dan dipahami dengan satu artian yang sama, namun berbeda dan beragam sesuai relasi antara satu ayat dengan ayat lainnya.

B.     Perumusan Masalah

Bagaimana kata fitnah dalam al-qur’an menurut  tafsir al-Razi?

C.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian untuk mengetahui makna-makna kata fitnah dalam al-qur’an menurut penafsiran al-Razi.

D.    . Kegunaan Penelitian

  1. Secara teoritis, penelitian ini dapat menambah dan memperkaya khazanah pemikiran islam, khususnya kata fitnah dalam al-qur’an menurut penafsiran al-Razi.
  2. Secara praktis, penelitian ini turut memberikan sumbangan pemikiran yang ilmiah dalam pemahaman konsep makna kata fitnah dalam al-qur’an

E.     Kerangka Berfikir

Kata fitnah dalam al-qur’an ialah :

surat Al-An’am [6]: 53

53.  Dan Demikianlah Telah kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?”

maknanya menurut al-Razi adalah المناصب الدينية

Surat  Taha [20]: 85 :

85.  Allah berfirman: “Maka Sesungguhnya kami Telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka Telah disesatkan oleh Samiri

Surat al-Ankabut [29]:3 :

3.  Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Surat Sad [38]: 34 :

34.  Dan Sesungguhnya kami Telah menguji Sulaiman dan kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah Karena sakit), Kemudian ia bertaubat.

Surat al-Dukhan [44]: 17 :

17.  Sesungguhnya sebelum mereka Telah kami uji kaum Fir’aun dan Telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia,

Surat al-Buruj [85]: 10 :

10.  Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan[1] kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan Kemudian mereka tidak bertaubat, Maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

Surat al-Taubah [9]: 49:

49.  Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (Tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka Telah terjerumus ke dalam fitnah[645]. dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.[2]

Surat Taha [20]: 131:

131.  Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang Telah kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Surat al-Jinn [72]: 17 :

17.  Untuk kami beri cobaan kepada mereka padanya. dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.

Surat al-Nisa [4]: 101:

101.  Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar[343] sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.[3]

Surat al-A’raf [7]: 27 :

27.  Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia Telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami Telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Surat Yunus [10]:83:

83.  Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. dan Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Surat al-Maidah [5]: 49 :

49.  Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang Telah diturunkan Allah), Maka Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

Surat al-Isra [17]: 73:

73.  Dan Sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang Telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

Taha [20]: 90

90.  Dan Sesungguhnya Harun Telah Berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, Sesungguhnya kamu Hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah Aku dan taatilah perintahku”.

Surat al-Nahl [16]: 110 :

110.  Dan Sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, Kemudian mereka berjihad dan sabar; Sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Surat  al-Naml [27]: 47 :

47.  Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”

Surat al-Taubah [9]: 126 :

126.  Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji[667] sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?[4]

Surat al-Ankabut [29]: 2 :

2.  Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

surat al-Zariyat [51]: 13:

13.  (hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.

Surat Taha [20]: 40 :

40.  (yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia Berkata kepada (keluarga Fir’aun): “Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. dan kamu pernah membunuh seorang manusia[917], lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan[918], Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan[919] Hai Musa.[5]

Surat al-Saffat [37]: 162 :

162.  Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

Surat al-Qalam [68]: 6 :

6.  Siapa di antara kamu yang gila.

Surat al-A’raf [7]: 155 :

155.  Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan Taubat kepada kami) pada waktu yang Telah kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan Aku sebelum ini. apakah Engkau membinasakan kami Karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara Kami? itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki[573]. Engkaulah yang memimpin kami, Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah pemberi ampun yang sebaik-baiknya”.[6]

Surat  al-Zariyat [51]: 14 :

14.  (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azabmu itu. inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan.”

Surat  al-Maidah [5]: 41:

41.  Hari rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami Telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong[415] dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu[416]; mereka merobah[417] perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. mereka mengatakan: “Jika diberikan Ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, Maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan Ini Maka hati-hatilah”. barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, Maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.[7]

Surat al-An’am [6]: 23 :

23.  Kemudian tiadalah fitnah[465] mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah”.[8

F. Langkah-langkah Penelitian

  1. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study pustaka, dimana penulis membaca. Metode ini adalah memahami objek penelitian yang berupa teks ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan makna kata fitnah menurut tafsir al-Razi.

  1. Sumber Data

Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua katagori.

  1. Sumber Data Primer

è Al-Qur’an

è Kitab Tafsir Al-Razi

  1. Sumber Data Sekunder, yaitu diambil dari konsep-konsep yang ada dalam Al-Qur’an serta buku-buku yang menunjang pemecahan masalah penelitian ini.
  2. Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperlukan penulis semuanya akan diperoleh melalui membaca, mempelajari dan meneliti sumber data yang primer dan sekunder.

  1. Analisa Data

Ayat-ayat Al-Qur’an yang telah terkumpul sesuai dengan tema penelitian kemudian dianalisa dengan cara pemahaman teks.


[1] . yang dimaksud dengan mendatangkan cobaan ialah, seperti menyiksa, mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya.

[2] ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Rumawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat Ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah Karena Kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.

[3] menurut pendapat Jumhur arti qashar di sini ialah: sembahyang yang empat rakaat dijadikan dua rakaat. Mengqashar di sini ada kalanya dengan mengurangi jumlah rakaat dari 4 menjadi 2, yaitu di waktu bepergian dalam keadaan aman dan ada kalanya dengan meringankan rukun-rukun dari yang 2 rakaat itu, yaitu di waktu dalam perjalanan dalam keadaan khauf. dan ada kalanya lagi meringankan rukun-rukun yang 4 rakaat dalam keadaan khauf di waktu hadhar.

[4] yang dimaksud dengan ujian disini ialah: musibah-musibah yang menimpa mereka seperti terbukanya rahasia tipu daya mereka, pengkhianatan mereka dan sifat mereka menyalahi janji.

[5] yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu’aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan.

[6] perbuatan mereka membuat patung anak lembu dan menyembahnya itu adalah suatu cobaan Allah untuk menguji mereka, siapa yang Sebenarnya Kuat imannya dan siapa yang masih ragu-ragu. orang-orang yang lemah imannya Itulah yang mengikuti Samiri dan menyembah patung anak lembu itu. akan tetapi orang-orang yang Kuat imannya, tetap dalam keimanannya.

[7] maksudnya ialah: orang Yahudi amat suka mendengar perkataan-perkataam pendeta mereka yang bohong, atau amat suka mendengar perkataan-perkataan nabi Muhammad s.a.w untuk disampaikan kepada pendeta-pendeta dan kawan-kawan mereka dengan cara yang tidak jujur.

Maksudnya: mereka amat suka mendengar perkataan-perkataan pemimpin-pemimpin mereka yang bohong yang belum pernah bertemu dengan nabi Muhammad s.a.w. Karena sangat benci kepada beliau, atau amat suka mendengarkan perkataan-perkataan nabi Muhammad s.a.w. untuk disampaikan secara tidak jujur kepada kawan-kawannya tersebut.

Maksudnya: merobah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.

[8] yang dimaksud dengan fitnah di sini ialah jawaban yang berupa kedustaan

Sorry gak bisa semua ayat saya tuliskan.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Keagamaan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s