PREDIKAT STATEMEN MORAL

Oleh Noor Falah

 

Pembahasan inti moral dalam konsep-konsep moral adalah peroblematika yang berkorelasi dengan konsep-konsep yang berfungsi sebagai predikat statemen-statement moral. Seperti baik, harus, tidak boleh. Banyak dari kaum filosof  yang berusaha merumuskan teori-teori berkenaan dengan konsep-konsep tersebut.

Pada prinsipnya, analisis atas konsep-konsep moral merupaka langkah awal untuk kemudian memasuki pembahasan yang dinamakan apa itu imperialisme dan deklarativitas yang jernih dan logis tentang asal usul kemunculan konsep-konsep ini, tentang definisi, dan tentang bermakna atau tidaknya statemen-statemen moral, akan membantu banyak dalam membingkai satu teori yang kokoh dan bertanggungjawab sehubungan dengan imperialisme dan deklarativitas stetemen-stetemen moral.

Dalam tulisan ini saya membawakan beberapa teori-teori penting yang berkaitan dengan pendevinisian konsep-konsep moral serta asal usul kemunculannya di mental. Dengan izin Alloh swt, saya mencoba menguraikan teori alternativ secara seksama.

Beberapa Teori Tentang Konsep Moral

  1. Devinitivisme : Aliran ini sepakat bahwa konsep-konsep moral itu bias didefinisikan dan dianalisis, tanpa perlu melibatkan konsep-konsep moral lainya. Ada dua teori yang bernaung dalam aliran ini. Yaitu :
    • Naturalisme : Aliran ini menganggap bahwa konsep-konsep moral bias diperjelas dengan data-data empiris yang diperoleh dari alam natural, dan bahwa statemen-statemen moral adalah bentuk ungkapan-ungkapan dari fakta empiris empiris.
    • Metafisikalisme : aliran ini menyatakan bahwa, statemen-statemen moral adalah ungkapan-ungkapan dalam bentuk lain dari realitas-realitas metafisis, yang bias diuji salah benarnya dengan metode pembuktian yang digunakan dalam studi-studi metafisika. Seperti teori kehendak Tuhan.
  1. Intusionisme : Aliran ini sependapat dengan definitivisme. Hanya saja, aliran ini menolak bahwa sifat-sifat itu bias didefinisikan oleh konsef-konsef nonmoral.
  2. Nonkognitivisme : Aliran ini menyataka bahwa selama konsep moral seperti baik, benar, dan harus hanya mengungkapkan emosi dan perasaan subjektif, selama itu pula konsef-konsef itu mengandung arti dan pesan moral. Kendati demikian, semua itu tidak memastikan bahwa benar-benar mengalami emosi seperti yang diungkapkannya

Rujukan : M. T. Mishbah Yazdi dalam karyanya Meniru Tuhan

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Filsafat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s