Ilmu Alamiah Dasar

NOOR FALAH

1209103041

TAFSIR HADITS III/B

A.  dewasa ini isu global warning semakin sering dikemukakan.

  1. 1.      Apa yang dimaksud dengan pemanasan global (global warming)?

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosferlaut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F)antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

  1. 2.      Apa penyebab global warning?

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

 

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

 

Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

  1. 3.      Bagaimana efeknya?
  • Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantaipertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
  • Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[22]Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

  • Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
  • Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diaremalnutrisidefisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
  • Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu). Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asmaalergicoccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis.
  1. 4.      usaha apa yang harus dilakukan untuk mengurangi pemanasan global tersebut???

Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan. Kerusakan yang parah dapat di atasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.

 

Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

  • Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegiadimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu,batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.

B. sumber energi fosil dewasa ini semakin menipis,

  1. 1.      Usaha apa yang harus dilakukan?

Menyikapi ancaman akan kerentanan masyarkat terhadap ketersediaan pasokan energi maka hal-hal berikut penting untuk diperhatikan.

Pertama, membangun kesamaan visi di antara para stakeholder menjadi hal penting  dibalik keberhasilan progam efisiensi energi dan membangun keamanan energi. Agar hal ini dapat berjalan dengan optimal  maka evaluasi dan koordinasi perlu terus-menerus dilakukan untuk mengetahui  sejauh mana taget yang direncanakan dapat tercapai. Proses ini juga penting dalam upaya mempertahankan sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan tidak hanya di tingkat pemerintah pusat tetapi juga dalam konteks daerah.

Kedua, market based approach perlu menjadi media alokasi sumber daya termasuk basis dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Agar pendekatan ini dapat berjalan secara optimal dan efisien maka diperlukan transparansi pasar, level of plying field yang sama serta mendorong lebih banyak aktor untuk terlibat.

Ketiga, pengembangan teknologi menjadi kata kunci bagi pembangunan sektor energi yang berkelanjutan termasuk dalam hal ini teknologi dalam untuk mengurangi emisi (emission cutting). Investasi untuk infrastruktur energi juga penting bagi upaya akselerasi pemerataan akses energi.

Keempat, meningkatkan efesiensi penggunaan energi. Efesiensi penggunaan energi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk. Di sektor transportasi, hal yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan sarana angkutan massal (mass rapid trasportation) terutama di dalam menghubungkan beberapa lokasi yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi.  Membangun sarana transportasi yang efesien mampu mengerem pertumbuhan konsumsi BBM yang pada gilirannya dapat menunda terjadinya kelangkaan.  Hal yang juga penting pengembangan sarana transportasi masal yang berkualitas dapat menghindari terjadinya kemacetan.

Kelima, keterkaitan yang erat antara sektor energi dan lingkungan membuat kebijakan yang dibangun di sektor energi ataupun lingkungan harus saling berhubungan antara yang satu dan lainnya. Model insentif dapat diberikan kepada sektor ekonomi yang mampu mengembangkan kemampuan teknologi guna meningkatkan efisiensi pemakaian energi sekaligus mengurangi intensitas emisi gas karbon dioksida. Model insentif seperti ini perlu didukung oleh pemerintah dan sektor perbankan. Jika kedua saran tersebut dapat

dilakukan maka kelangkaan bahan bakar berbasis fosil dapat diperlambat.

  1. 2.      Berikan beberapa contoh!

minyak, gas dan batu bara

  1. 3.      Jelaskan peranan pemerintah di dalam hal tersebut!

Pertama, dalam konteks bauran energi fosil terlihat upaya pemerintah untuk mengurangi peran minyak dan memperbesar kontribusi gas dan batubara. Hal inilah yang menyebabkan  mengapa bauran energi primer berbasis fosil tidak mengalami penurunan yang berarti.

Kedua, diversifikasi energi terutama dengan memanfaatkan energi di luar fosil nampaknya belum dilakukan secara progresif. Hal ini tercermin dari kontribusinya energi baru dan terbarukan  yang ditahun 2003 porsinya baru sekitar 5%, namun dalam skenario business as usual porsinya menjadi 3% dan dalam skenario optimis porsinya meningkat menjadi 10,6%.

C. proses perkembangbiakan makhluk hidup dapat dilakukan melalui tekhnik kloning.

  1. 1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan kloning!

Kloning dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan proses reproduksi aseksual yang biasa terjadi di alam dan dialami oleh banyak bakteria, serangga, atau tumbuhan. Dalam bioteknologi, kloning merujuk pada berbagai usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk menghasilkan salinan berkas DNA atau gen, sel, atau organisme. Arti lain kloning digunakan pula di luar ilmu-ilmu hayati.

Kata ini diturunkan dari kata clone atau clon, dalam bahasa Inggris, yang juga dibentuk dari kata bahasa Yunani, κλῶνος (“klonos”) yang berarti “cabang” atau “ranting”, merujuk pada penggunaan pertama dalam bidang hortikultura sebagai bahan tanam dalam perbanyakan vegetatif.

  1. 2.      Bagaimana proses kloning tersebut?

Cara kloning domba Dolly yang dilakukan oleh Dr. Ian Willmut adalah sebagai berikut :

• Mengambil sel telur yang ada dalam ovarium domba betina, dan mengambil kelenjar mamae dari domba betina lain.

  • • Mengeluarkan nukleus sel telur yang haploid.
  • • Memasukkan sel kelenjar mamae ke dalam sel telur yang tidak memiliki nukleus lagi.
    • Sel telur dikembalikan ke uterus domba induknya semula (domba donor sel telur).
    • Sel telur yang mengandung sel kelenjar mamae dimasukkan ke dalam uterus domba, kemudian domba tersebut akan hamil dan melahirkan anak hasil dari kloning.

    Jadi, domba hasil kloning merupakan domba hasil perkembangbiakan secara vegetatif karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma. Kloning juga bisa dilakukan pada seekor katak. Nukleus yang berasal dari sebuah sel di dalam usus seekor kecebong ditransplantasikan ke dalam sel telur dari katak jenis lain yang nukleusnya telah dikeluarkan. Kemudian, telur ini akan berkembang menjadi zigot buatan dan akan berkembang lagi menjadi seekor katak dewasa. Kloning akan berhasil apabila nukleus ditransplantasikan ke dalam sel yang akan menghasilkan embrio (sel telur) termasuk sel germa. Sel germa adalah sel yang menumbuhkan telur dari sperma.

  1. 3.      Jelaskan manfaat kloning bagai manusia!

Bisa memiliki keturunan.

  1. 4.      Bagaimana pendapat anda jika metode ini diterapkan pada manusia? Ditinjau dari aspek teologi, moral maupun etika?

Sesuatu yang diharamkan dan kalau secara moral dan etika ini tidak melangggar dan ini9 diperbolehkan.

D. jelaskan dampak pencemaran lingkungan (pencemaran udara, tanah, air) pada manusia disertai dengan contohnya, serta usaha apa yang harus dilakukan untuk mencegah dampak negatif pencemaran tersebut! 

1. Pencemaran Udara

Memang tidak dapat dinafikan bahawa pengangkutan moden telah banyak membawa perubahan dan kebaikkan pada taraf kehidupan masyarakat Malaysia. Sistem jalanraya yang baik, kemudahan sistem penerbangan yang cemerlang, dan adanya pelabuhan yang bertaraf antarabangsa sememangnya telah dapat membawa negara dan rakyat ke era kemajuan dan pemodenan. Kini setelah Malaysia merdeka, boleh dikatakan 90%-95% kawasan desa yang jauh dari bandar dan kota telah dapat menikmati kemudahan jalan raya yang telah mengubah keadaan dan rezeki penduduk desa. Walaubagaimanapun, perubahan dan kebaikan ini tidak mungkin berlaku tanpa membebankan alam sekitar. Lazimnya, setiap perbuatan dan perubahan itu membawa bersamanya kebaikan dan keburukan.

Kesan negatif yang disebabkan oleh sistem pengangkutan merupakan faktor terbesar yang menyebabkan pencemaran udara. Dianggarkan setiap tahun, lebih kurang 13.6 juta tan gas-gas beracun yang berpunca daripada penggunaan kenderaan merosakkan kawasan hutan, tasik dan kehidupan laut. Gas beracun ini juga turut menambahkan kesan rumah hijau serta membahayakan kesihatan manusia sejagat.

Ahli sains telah membuktikan bahawa pengangkutan secara keseluruhan menghasilkan 64% gas Nitrogen Oksida (unsur utama yang menyebabkan terjadinya hujan asid), 42% Hidrokarbon, 66% Karbon Monoksida, 32% Plumbum, 30% Karbon Dioksida, 74% Benzena (merupakan bahan beracun), serta Toluena, Xilena, dan Etilena yang tidak diketahui jumlah peratusannya.

Sekiranya dikaji jenis sistem pengangkutan (pengangkutan darat, laut dan udara) maka jelaslah bahawa kenderaan bermotor seperti kereta, lori, motorsikal dan bas merupakan punca utama pencemaran berbanding dengan kapal laut dan kapal terbang. Analisis yang dibuat di Switzerland menunjukkan sistem pengangkutan darat, kecuali kereta api, menggunakan sebanyak tiga kali ganda keluasan tanah. Ini melibatkan penggunaan tenaga sebanyak 3.5 kali ganda bagi kereta dan 8.7 kali ganda bagi lori dan trak yang menghasilkan 9 kali ganda pencemaran. Sekiranya analisis yang dibuat di Malaysia, berkemungkinan statistik yang sama akan di dapati dan barang kali juga lebih tinggi daripada hasil kajian di Switzerland memandangkan kepada pertambahan penggunaan kenderaan bermotor ( terutamanya kereta ) di Malaysia akhir-akhir ini.

  • Langkah Penyelesaian

Bahaya pencemaran akibat penggunaan kenderaan bermotor telah lama diberi perhatian serius oleh negara-negara maju. Di Amerika misalnya, satu Akta Udara Bersih (Clean Air Act) telah diwujudkan untuk mengurangkan penghasilan Hidro Karbon, Karbon Monoksida dan oksida-oksida Nitrogen tertentu. Pengurangan ini dilakukan dengan cara mewajibkan penggunaan penukar bermangkin ( Catalytic Converters) dalam industri pembuatan kenderaan bermotor. Penukar bermangkin dua hala (Two -way Catalytic Converters) boleh mengurangkan hingga 98% unsur-unsur pencemaran dengan cara menukarkan Hidro Karbon dan Karbon Monoksida kepada Karbon Dioksida dan Wap. Penukar bermangkin tiga hala (three- way Catalytic Converters) pula boleh mengoksidakan oksida-ksida Nitrogen tertentu, tanpa mengurangkan kecekapan enjin atau menambahkan penggunaan minyak kenderaan bermotor.

Kesan Plumbum terhadap kesihatan juga boleh dielakkan sekiranya kita menggunakan minyak tanpa plumbum (unleaded). Tindakan tegas kerajaan Malaysia adalah perlu untuk mengurangkan penggunaan dan penjualan minyak berplumbum demi menjamin kesihatan masyarakat umum, terutamanya penghuni kota.

Mencari alternatif selain daripada minyak juga adalah penting bagi tujuan mengurangkan kesan pencemaran alam sekitar. Dua bahan alternatif yang dicadangkan ialah gas asli (natural gas) dan Propana. Kajian yang telah dijalankan menunjukkan bahawa bahan-bahan yang mengandungi kandungan oktana yang tinggi tidak menghasilkan plumbum dan boleh mengurangkan sehingga 90% pengeluaran Karbon Monoksida dan Hidrokarbon . Kecekapan enjin juga meningkat daripada 6% kepada 15% apabila menggunakan bahan-bahan ini sebagai bahan pembakar.

Dewasa ini, kajian bagi menghasilkan minyak enjin biomassa daripada tumbuh-tumbuhan sedang giat dijalankan. Contohnya di negara kita, ahli sains telah pun menemui sejenis minyak daripada kelapa sawit yang boleh mengurangkan pencemaran udara tanpa menjejaskan kecekapan enjin. Sungguhpun penemuan ini masih terlalu baru untuk dipastikan sama ada ia praktikal atau pun tidak, ia patut dijadikan satu titik permulaan bagi meningkatkan usaha kita ke arah mencapai konsep pembanguna berterusan yang perihatin terhadap persekitaran.

Di negara-negara barat, penggunaan kenderaan yang menggunakan kuasa elektrik juga sedang dikaji secara giat. Kenderaan jenis ini tidak menghasilkan pencemaran bunyi dan udara. Namun demikian, tenaga elektrik adalah mahal dan kesannya terhadap alam sekitar mungkin bergantung kepada cara tenaga elektrik tersebut dihasilkan.

Kenderaan bermotor, sama ada buruk ataupun baru, hanya bertanggungjawab kepada separuh daripada persoalan dan alam sekitar. Separuh lagi tanggungjawab tersebut terletak dibahu kita sebagai pengguna. Sekiranya kita ingin mengurangkan kesan negatif penggunaan kenderaan bermotor terhadap alam sekitar, maka sikap perihatin terhadap cara kita menggunakan kenderaan adalah amat penting.

Selain itu kita patut mengurangkan penggunaan penyaman udara dalam kenderaan bermotor kecuali jika benar-benar diperlukan. Penggunaan alat penyaman udara boleh menghasilkan gas Klorofluorokarbon (CFC) dan menambahkan penggunaan minyak hingga 12 % terutamanya sewaktu kesesakkan lalu lintas. Penggunaan alat penyaman udara boleh digantikan dengan penggunaan ventilator udara dan membuka tingkap sewaktu memandu. Menggunakan kadbod penghalang cahaya di cermin hadapan dan belakang ketika meletakkan kenderaan bermotor ditengah panas juga boleh mengurangkan kepanasan dalam kenderaan bermotor. Dengan ini kita dapat mengurangkan penggunaan alat penyaman udara sewaktu memandu kenderaan seterusnya dapat mengurangkan pencemaran alam sekitar.

Berkongsi kenderaan untuk ke pejabat atau tempat-tempat tertentu bukan sahaja menjimatkan tenaga dan wang, malahan adalah satu cara yang lebih bersih dan bijak dalam memulihara alam sekitar daripada tercemar. Selain itu, menyelesaikan seberapa banyak tugas dalam satu perjalanan juga boleh menjimatkan penggunaan minyak. Akhir sekali kita seharusnya mengurangkan penggunaan kenderaan bermotor bagi perjalanan jarak dekat. Penggunaan basikal, kenderaan awan ataupun berjalan kaki adalah lebih baik untuk alam sekitar disamping memberi kesan yang positif terhadap kesihatan kita.

Justeru itu, kempen Masyarakat Penyayang sepatutnya diperluaskan bagi merangkumi hubungan manusia dengan alam sekitar agar masyarakat Malaysia lebih prihatin dan bertangungjawab terhadap persekitarannya. Pengguna kenderaan haruslah menggunakan kenderaan mereka dengan bijak agar dapat memulihara kesejahteraan alam sekitar di samping mengurang dan menyelesaikan masalah berkaitan dengan sistem pengangkutan.

2 . Pencemaran Darat

Manusia mengguna dan menyesuaikan diri dengan unsur-unsur alam semulajadi seperti hutan, bahan galian, air, udara, tanah, sumber-sumber laut dan bahan api, mengindahkannya menerusi proses-proses pengeluaran kepada bentuk barangan dan perkhidmatan .

Proses-proses pengeluaran ini berkait rapat dengan sistem ekonomi serta perkembangan dan pertumbuhannya . Sikap memandang sesuatu dari perspektif keuntungan menimbulkan sifat mengeksploitasi alam sekitar tanpa memperkirakan kepupusan sumber-sumber alam semula jadi .

Hutan memang mempunyai nilai komersial dalam ekonomi negara . Hutan didapati membekalkan kayu balak dan kertas yang merupakan satu sumber penting bagi pendapatan matawang asing . Di kawasan tropika, rotan dianggarkan menyumbangkan nilai tahunan sebanyak RM 1200 juta setahun dalam perdagangan dunia . Akan tetapi eksploitasi hutan yang melampau untuk tujuan pembalakan, pertanian, ternakan dan sebagainya telah mengakibatkan pencemaran alam yang sangat dahsyat .

Umpamanya, banjir yang melanda beberapa kawasan seperti India, Bangladesh dan kawasan-kawasan Asia yang lain telah mengurangkan sumber air sungai yang bersih untuk kegunaan sehari-hari . Hasil tanaman padi, tebu dan sebagainya juga terjejas . Di sebaliknya kerajaan negara-negara tersebut terpaksa membelanjakan kira-kira RM 140 juta hingga RM 750 juta sebagai perbelanjaan banjir . Kadar pemendakan yang tinggi akibat penusnahan hutan yang tidak terkawal juga telah mengurangkan jangka penggunaan air kolam di Utara Pulau Luzon, Filipina, di kolam Air Nizamzagar, India dan lain-lain .

Beberapa peristiwa yang boleh dianggap sebagai tragedi hitam, seperti tragedi Pos Dipang di Kampar, Perak, tanah runtuh di Genting Highlands dan beberapa lagi peristiwa yang telah mengorbankan banyak nyawa didapati berpunca daripada kealpaan manusia dalam menjaga alam sekitar , disebabkan terlalu mementingkan keuntungan melalui cara meminimumkan kos ataupun disebabkan kejahilan mereka dalam pengurusan alam sekitar .

  • Langkah penyelesaian

Langkah penyelesaian untuk menghadkan pembalakan di buat oleh semua kerajaan negeri dengan mematuhi kuota pembalakan yang ditetapkan dalam usaha memastikan pengurusan dan pembangunan hutan berkekalan . Pihak kerajaan negeri juga disarankan supaya menanam semula pokok sebagai langkah pemeliharan semula hutan bagi tujuan pembalakan di masa hadapan . Tabung penanaman semula hutan diwujudkan ke arah memastikan semua pihak mematuhi peraturan undang-undang .

Di bawah garis panduan yang disediakan oleh Pertubuhan Antarabangsa Balak Tropika pula menitikberatkan beberapa aspek ke arah meningkatkan kesedaran pemeliharaan hutan tropika di kalangan negara anggota . Ini termasuklah :

  1. Menurunkan aktiviti dan kadar pembalakan secara sistematik dari tahun ke setahun
  2.  Membentuk plan penggunaan tanah di peringkat kebangsaan bagi pemeliharaan hutan dan pengeluaran balak yang berkekalan .
  3. Mempelbagaikan penggunaan sumber-sumber hutan dengan meningkatkan penggunaan kayu getah, buluh, rotan dan produk hutan lainnya
  4. Menghadkan eksport kayu balak mentah tanpa diproses .

Di samping kerajaan persekutuan, Malaysia mempunyai 13 buah negeri yang mempunyai undang-undang yang tersendiri ke atas hutan dan pemeliharaan hutan masing-masing . Dalam konteks ini, sebarang peraturan yang diwartakan diperingkat kerajaan persekutuan tidak semestinya harus dilaksanakan serentak di semua negeri . Sementara itu, terdapat beberapa peruntukan dan kelonggaran yang diberikan kepada kerajaan negeri bahawa penebangan dan pemeliharaan hutan serta balak adalah bidang kuasa kerajaan mereka . Semua ini banyak membantu ke arah ketidakcekapan dan permasalahan dalam menguruskan sumber hutan dan pembalakan di negara ini .

  1. 4.       Pencemaran Laut

Malaysia dikelilingi oleh laut di mana terdapat pelbagai aktiviti seperti carigali minyak dan pengangkutan air . Justeru itu Malaysia juga adalah terdedah kepada risiko tumpahan minyak yang besar . Perangkaan menunjukkan bahawa lebih dari 165 pelantar minyak telah menjalankan usaha carigali dan aktiviti pengeluaran di perairan Laut Cina Selatan dan Selat Melaka pula adalah laluan perkapalan yang antaranya paling tersibuk di dunia . Dalam tahun 1995 terdapat lebih kurang 30251 buah kapal yang telah melalui Selat Melaka yang mana hampir 30% adalah merupakan kapal-kapal tangki. (Sumber : Perangkaan Jabatan Laut Semenanjung Malaysia )

Kini, laut semakin terancam oleh aktiviti manusia yang ghairah mengejar materialistik tanpa menghiraukan implikasi kepada alam sekitar . Pencemaran di Asia Tenggara adalah berpunca daripada pelbagai faktor . Kepelbagaian faktor ini menyebabkan kualiti dan kuantiti air laut tercemar dengan begitu teruk tanpa ada satu vaksin yang mujarap untuk memulihkannya . Lebih 90% daripada punca pencemaran laut adalah disebabkan oleh aktiviti manusia dan baki 10% adalah berpunca dari sektor perkapalan . (Persatuan Pencinta AlamTumpahan Minyak Yang Meracuni Perairan MalaysiaDewan Kosmik (Mac), DBP, Kuala Lumpur, 1995, m.s.:53-55)

  • Langkah dan kerjasama yang diambil oleh negara-negara berpantai di rantau Asia Tenggara .

Terdapat tiga buah negara yang saling berkongsi perairan iaitu Malaysia, Indonesia dan Thailand . Ketiga-tiga negara ini saling terlibat dalam kerjasama yang bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama . Malaysia dan Indonesia telah bekerjasama dalam usaha untuk mempertahankan kedaulatan Selat Melaka di bawah kedaulatan kedua-dua negara . Walaupun isu Selat Melaka bersifat rumit namun ia tidak pernah menghalang negara-negara berpantai untuk prihatin terhadapnya .

Kejadian yang berlaku pada 6 Januari 1967, telah memaksa negara-negara yang berpantai untuk mengambil satu tindakan yang positif terhadap kejadian tersebut . Di dalam tahun tersebut kapal tangki minyak Jepun yang dikenali sebagai Torry Canyon yang telah didaftarkan di Liberia telah terlibat dalam perlanggaran . Akibatnya berlaku pertumpahan minyak yang mana memerlukan kos yang tinggi untuk membersihkannya . Jumlah kos yang diperlukan pada ketika itu ialah 16 juta dollar .

Buat masa ini Malaysia dan Indonesia melalui ASEAN mereka telah menyalurkan pandangan mereka mengenai isu-isu Selat Melaka . Satu rancangan yang dikenali sebagai Rancangan Kontigensi Kebangsaan Mengawal Tumpahan Minyak telah diadakan di Jabatan Alam Sekitar . Objektif bagi kerjasama serantau ini membolehkan satu tindakan serta-merta dijalankan bagi mengawal tumpahan minyak ynag tertumpah di perairan Malaysia .

Selain dari Malaysia, negara-negara berpantai yang lain seperti Singapura turut mewujudkan beberapa badan tertentu untuk mengatasi masalah ini . Kesemua badan-badan yang ditubuhkan ini terletak di bawah satu pentadbiran pelabuhan Singapura atau dikenali sebagai Port of Singapore (PSA) . Syarikat-syarikat minyak juga prihatin dengan isu ini . Mereka telah bergabung untuk membentuk Tierred Area Response Capability (TARC) . Pertubuhan ini dibentuk pada tahun 1986 dan dianggotai oleh Syarikat Minyak ESSO, Caltex dan Mobile . Organisasi ini mempunyai pelbagai kelengkapan yang canggih dan terkini yang dapat digunakan dalam kerja-kerja pengawalan dan pembersihan kawasan tumpahan minyak .

Pada tahun 1992, singapura telah mencadangkan penubuhan satu badan khas untuk mengatasimasalah tumpahan minyak . East Asia Response Limited (EARL) akhirnya telah terbentuk dan ia dianggotai oleh lima syarikat minyak terkemuka . Syarikat-syarikat itu ialah ESSO, Petronas, Caltex, Mobile dan Shell . Pertubuhan ini berbeza dari pertubuhan yang lain kerana peranannya yang luas dan tidak terhad di kawasan perairan Malaysia dan Singapura sahaja tetapi meliputi rantau Asia Pasifik termasuk Jepun dan Australia .

Apabila berlakunya kejadian tumpahan minyak, langkah pertama yang harus dilakukan ialah mengawal tumpahan minyak daripada merebak ke kawasan lain . Tumpahan minyak akan cepat merebak melalui tiupan angin dan pengaliran arus air yang deras . Terdapat empat cara yang digunakan untuk mengawal tumpahan minyak iaitu :

  1. Cara mengepung dan mengumpul tumpahan
  2. Menggunakan dispersent dan bahan kimia
  3. Pembersihan pantai
  4. Dibiarkan sahaja

Selain daripada itu, terdapat pelbagai faktor yang perlu diambil dalam mengawal tumpahan minyak daripada merebak . Antaranya ialah :

  1. Lokasi tumpahan
  2. Kuantiti tumpahan
  3. Jenis tumpahan
  4. Keadaan laut
  5. Keupayaan tindakbalas bahan yang tertumpah

Apabila berlaku kejadian tumpahan minyak, pihak yang bertanggungjawab akan menjalankan operasi pembersihan minyak secara berperingkat-peringkat iaitu peringkat tempatan, peringkat kawasan dan peringkat wilayah .

Operasi peringkat wilayah berjalan apabila tumpahan minyak yang berlaku adalah yang terbesar, melibatkan kawasan yang luas dan jumlah tumpahan yang banyak. Ia dilakukan apabila jumlah peralatan, tenaga dan sumber dari negara ini tidak mencukupi dan melibatkan bantuan daripada negara lain . Di antara alternatif daripada kerjasama peringkat wilayah ini ialah :

I. Rancangan Kontigen Lombok – Makasar

II. Standard Operating Prosedure for Straits of Malacca and the Straits of Singapore

III. Standard Operating Prosedure for Malaysia and Brunei Darussalam

IV. ASEAN – Oil Spill Response Action Plan (ASEAN – OSRAP)

Seterusnya terdapat juga objektif bagi mewujudkan kawalan tumpahan minyak. Antara objektifnya ialah :

I. Untuk mengadakan satu sistem tindak balas serta-merta yang diselaraskan bagi menghadapi tumpahan minyak.

II. Untuk meningkatkan kemampuan dan sumber-sumber yang ada dari segi peralatan serta latihan kakitangan bagi menghadapi kejadian tumpahan minyak.

III. Untuk mengelakkan kesan buruk ke atas persekitaran dengan cara mengawal aliran minyak.

Terdapat juga langkah-langkah lain yang dilakukan untuk mengurangkan dan mengelak berlakunya kemalangan kapal di Selat Melaka dan Selat Singapura. Negara-negara berpantai merasakan amat perlu bagi mereka untuk mengawal keselamatan lalu lintas di kedua-dua selat tersebut. Oleh itu, mereka telah menyarankan agar Trafic Separation Scheme (TSS) atau Skim Lalu Lintas diwujudkan memandangkan di Eropah telah lama menggunakan kaedah ini iaitu sejak pertengahan abad ke-19. Perlaksanaan TSS adalah didorong oleh kejayaan skim yang serupa di Eropah. Cadangan untuk mengadakan skim ini di Eropah bermula pada tahun 1857 iaitu di England. Cadangan ini dibuat ekoran dari tragedi perlanggaran kapal milik Amerika dan Perancis yang mengorbankan seramai 3000 orang.

Beberapa saranan juga telah dibuat bagi menjaga supaya pencemaran tidak berlaku secara berleluasa. Antaranya ialah :

  1. Masalah pencemaran Selat Melaka harus dikaji dengan lebih mendalam dan tindakan yang bersesuaian harus segera diambil.
  2. Akta Zon Ekonomi Eksklusif 1984 haruslah digunakan setakat yang diperlukan dan mengenakan denda yang lebih tinggi kepada mereka yang mencemar laut dan pantai.
  3. Majlis peringkat tertinggi dianggotai oleh kalangan negara-negara berpantai yang berkongsi perairan Selat Melaka harus ditubuhkan untuk meneliti perkara ini dan mencari jalan penyelesaiannya.
  4. semua pengguna Selat Melaka diwajibkan membayar levi atau tol.

Dengan wujudnya pelbagai saranan, akta, skim dan pertubuhan diharapkan masalah pencemaran akan dapat dikurangkan bagi memelihara perairan negara kita. Di Malaysia berbagai pihak terbabit dalam penguasaan pencemaran seperti Jabatan Alam Sekitar (JAS), Jabatan Kastam dan Eksais Diraja, Jabatan Marin, Jabatan Laut, TLDM dan PDRM yang diperwakilkan kuasa menyiasat di bawah Akta Kualiti Alam Sekeliling 1974. Walaupun begitu, Jabatan Alam Sekitar adalah bertanggungjawab sepenuhnya dalam menguatkan akta tersebut dengan dibantu oleh agensi-agensi maritim yang lain.

D. jelaskan teori abiogenesis dan biogenesis mengenai asal mula kehidupan! Bagaimana menurut pandangan islam mengenal asal mula kehidupan.

Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang –orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Orang-orang yang tidak puas terhadap pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), dan Lazzaro Spallanzani ( Italia, 1729-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Beredasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis / generation spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

a)      Percobaan Francesco Redi ( 1626-1697)

Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut :

  • · Stoples I : diisi dengan sekerat daging, ditutup rapat-rapat.
    • · Stoples II :diisi dengan sekerat daging, dan dibiarkan tetap terbuka.
    • · Stoples III : disi dengan sekerat daging, dibiarkan tetap terbuka.

Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati.

Danhasilnya sebagai berikut:

  • · Stoples I : daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat
  • · Stoples II : daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan pada stoples II, yang tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relative sedikit.

B) percobaan Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799)

Seperti halnya Francesco Redi, Spallanzani juga menyangsikan kebenaran paham abiogeensis. Oleh karena itu, dia mengadakan percobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna. Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah labu. Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba darimudara ke dalam air kaldu tersebut. Pendukung paham Abiogenesis menyatakan keberatan terhadap hasil eksperimen Lazzaro Spallanzani tersebut. M,enurut mereka untuk terbentuknya mikroba (makhluk hidup) dalam air kaldu diperlukan udara. Dengan pengaruh udara tersebut terjadilah generation spontanea.

b)      Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)

Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaanya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alat labu.
Melaui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi. Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu.

Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai kepern\mukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham Abiogenesis atau generation spontanea, yangmenyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan.

Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spallanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah paham Abiogenesis, dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Teori itu menyatakan :
1. omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur.

2. Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan

3. Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Walaupun Louis Pasteur dengan percobaannya telah berhasil menumbangkan paham Abiogenesis atau generation spontanea dan sekaligus mengukuhkan paham Biogenesis, belum berarti bahwa masalah bagaimana terbentuknya makhluk hidup yang pertama kali terjawab.

Disamping teori Abiogenesis dan Biogenesis, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan yang dikembangkan pleh beberapa Ilmuwan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (Ghaib) pada saat yang istimewa.

2. Teori Kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja.

3. Teori Evolusi Kimia, yang menyatakan bahwa kehidupan didunia ini muncul berdasarkan hukum Fisika Kimia.

4. Teori Keadaan Mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul.

 

 

 

 

 

 

 

 

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sains. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s