“Puisi Tanpa Judul”

Oleh Melani Mustikasari


terlalu bodoh ketika aku masih menangis karenamu
terlalu bodoh ketika aku masih berharap kasihmu

terlalu bodoh ketika aku masih menunggumu
karena sesungguhnya aku selalu tersenyum karenamu
karena sesungguhnya aku selalu mendapatkan kasihmu
karena sesungguhnya aku selalu bersamamu
Bu…
terimakasih…
aku ingat semua kata-kamu
aku akan selalu menjaga dan menyayangi sadaraku
aku akan selalu menjaga cintanya untukmu
aku akan selalu menjaga diri baik-baik diriku
Bu..
dia saudaraku satu-satunya yang aku punya
dia saudaraku satu-satunya yang aku sayang
dan hanya dia saudaraku satu-satunya yang selalu aku khawatirkan
Bu…
aku akan menjaga cintanya untukmu
aku akan selalu memperhatikannya demimu
aku akan bersabar hingga Allah percayakan dia untukku
Bu…
aku akan berusaha tak kan mengecewakanmu
aku akan berusaha tuk selalu bersabar sepertimu
aku akan berusaha tuk jadi yang terbaik untukmu
Bu…
kini aku benar-benar tak pantas menangis karena mengharap kasihmu karena aku tlah dapatkan itu sedari dulu
terimakasih…
peluk cium hangat untuk Ibu

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s