“Bertuhan Dengan Fisika : Riwayat Hidupku”

Aku seorang cucu dari ulama besar, keluargaku adalah manusia bersuasana agamis dan harmonis. Selama 15 tahun aku dibesarkan di pesantren-pesantren. Aku telah diberikan pengetahuan selama ini bukan Tuhannya, tapi “Tentang Tuhannya”. Sejak masuk UKM LPIK, aku menemukan cara bertuhanku yang baru. Aku menemukan memikirkan sebuah teori, teori itu adalah teori Big Bang. Sedikit aku akan jelaskan apa itu teori Big Bang?

Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta, berdasarkan kajian kosmologi tentang bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahysat). Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat yang mengembang pesat, secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.

Georges Lemaître, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai “hipotesis atom purba”. Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugestikan oleh Lemaître pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.

Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan pada masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem, dan berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk percobaan dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel. Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan seperti kondisi awal, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau di seluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses nuklir di dalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.

Fred Hoyle mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle yang mendukung model kosmologis alternatif “keadaan tetap” bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif, namun Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakan bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini. Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir. Setelah penemuan radiasi latar mikrogelombang kosmis pada tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori ledakan dahsyat haruslah pernah terjadi.

catatan yang aku pahami :

Menurut model ledakan dahsyat, alam semesta mengembang dari keadaan awal yang sangat padat dan panas dan terus mengembang sampai sekarang (dalam dogma gama pun dijelaskan demikian, namun yang dibicarakan di sini bukanlah agama, tapi fisika). Secara umum, pengembangan ruang semesta yang mengandung galaksi-galaksi dianalogikan seperti roti kismis yang mengembang. Gambar di atas merupakan gambaran konsep artis yang mengilustrasikan pengembangan salah satu bagian dari alam semesta rata.

Dari penjelasan yang saya bicarakan di atas, saya tarik singkatnya bahwa ada suatu benda yang memiliki volume 0 dan masa tak terhingga. Karena memanas, dan menuju titik kehancurannya. Benda tersebut hancur, serpihan-serpihan benda itu terpantul ke segala arah. Apakah kalian sadar? apabila suatu benda pecah, akan bertaburan tak menentu di setiap ruang. Akan tetapi, serpihan tersebut tersusun rapi. Apakah kalian sadar? bila suatu benda tersebut memiliki senyawa yang sama karena benda itu satu-satunya benda yang menyusun alam semesta ini, bisa memunculkan senyawa yang lain-lain (senyawa yang bersifat alami, bukan buatan). Lantas siapakah yang membuat senyawa itu, dan mengatur serpihan itu sehingga ada dalam ketelaturan yang Maha Sempurna dan spektakuler?

Itulah Tuhanku yang selama ini aku belum tahu siapa “DIA” sesuatu yang berada dibalik nama itu sendiri. Sesuatu yang tak akan pernah bisa dikatakan oleh umat manusia. Sesuatu yang menghancurkan rasio manusia, dan memuakan kaum Materialis, terutama Karl Mark dan Friedrick Angel…. Semoga tulisan ini menjadikanku semakin bodoh, dan merasa ingin tahu.

Aku bukanlah Filsuf,

aku bukanlah Sosiolog,

Aku bukanlah Fisikawan,

Aku bukanlah Kimiawan,

Aku bukanlah Matematikawan,

Aku bukanlah Agamawan,

Aku bukan ahli geografi,

Aku bukan ahli nutrisi,

Aku bukan Ahli biologi,

Tapi aku adalah semuanya, yang menjadikan ketidaktahuan, dan menjadikan aku selalu dihantui absurditas, nihlistik, Keingintahuan, dan kebodohan.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sains. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s