Masalah Otak Kanan : Catatan Harian

Orang akan banyak sulit membaca kenyataan, apabila hal ini terjadi, ini disebabkan karena orang tersebut sering memakai otak kanannya. Mungkin kita bertanya, bagi yang belum tahu, apa sih otak kanan itu? Mungkin saya cendrung ini merupakan berkah dari Alloh SWT, ia akan menjadi seorang pencipta dan penemu hal-hal baru di dunia ini baik dalam bidang seni maupun sains.

Saya melihat, orang yang memakai otak kanan cendrung pendiam apabila dihadapkan dengan masalah sains, karena otak kanan mejadikan di dalamnya batang-batangnya yang diisi dengan perhitungan. Walaupun di bisang sosial, orang tersebut bisa peka terhadap lingkungannya. Akan tetapi, yang membedakannya, orang yang berbesik sosial cendrung banyak bicara, sedangkan yang berbesik sains, cendrung diam (Penelitian sewaktu sekolah di jurusan Sains Dan Teknologi Nuklir, yang dibimbing oleh Bapak Ucu, dan Ibu Eni. Dengan pengetesan menggunakan Logika Matematika dan Kalkulus Integral Serta Kalkulus Diferrensial).

Berdasarkan penelitian orang yang cenderung berotak kanan adalah orang yang otak belahan kanannya lebih dominan dalam berpikir ketimbang belahan otak kirinya. “Roger Sperry, seorang peneliti otak menemukan bahwa otak manusia bagian berpikir tingkat tinggi terbagi ke dalam 2 belahan yakni belahan kiri dan belahan kanan sesuai letak posisi tangan kita. Masing-masing orang memiliki kecenderungan dominan yang berbeda dalam berpikir. Dari kedua belahan tersebut, ada orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan, ada yang seimbang tapi ada juga yang lebih dominan otak kiri.”

Saya teringat tentang dengan sebuah ocehan yang memang lucu, kita sendiri bisa menilai kita condong ke mana, kanan atau kiri? Hal ini bisa dilakukan, apabila seseorang memukul dengan pelan paha kanannya dan mengelus paha kirinya oleh tangannya masing-masing, itu berarti ia cendrung memakai otak kanan. Ini dilakukan secara bersamaan dengan melepas kendali otak. Jikalau sebaliknya berarti orang tersebut cendrung otak kiri. Seseorang bisa kelihatan memakai kedua otaknya, bisa juga terlihat dengan cara tersebut, kala dia bisa menggantikan pukulan pelan dan usapan berbalik, ke kiri manjadi kanan dan ke kanan menjadi kiri.

Lia bisa mengetesnya dengan cara begini :

coba angkat kedua tangan anda.  kemudian goyang-goyangkan dan lemaskan jemari-jemari tangan anda. Lalu kemudian pertemukan jemari tangan kanan dengan jemari tangan kiri sehingga persis dalam posisi orang yang hendak berdoa atau memohon. Nah setelah jemari anda saling menggenggam coba lihat posisi ibu jari yang berada paling atas, apakah ibu jari tangan kiri atau ibu jari tangan kanan…? Jika ibu jari kiri yang di atas maka anda adalah dominan otak kiri dan sebaliknya.

Nah mengapa sering kali banyak orang yang bermasalah dengan belajar di sekolah, karena berdasarkan penelitian ternyata kebanyakan sistem belajar mengajar di sekolah masih menggunakan pola dan cara yang dominan otak kiri. Sementara otak kanan dan otak kiri manusia memiliki perbedaan cara kerja yang sangat jauh dan bahkan saling bertentangan, atau mungkin lebih tepatnya otak kanan dan kiri ada untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Namun sayangnya hal ini tidak banyak diketahui oleh para guru di sekolah. Sehingga orang yang seharusnya lahir sebagai para pencipta, desainer, seniman dan ilmuan, mereka semua malah dianggap orang-orang yang gagal. Padahal mereka hanyalah orang-orang yang membutuhkan pendekatan cara belajar otak kanan saja. (di jelaskan dalam buku The Right Brain Child in Left Brain World, by Jefrey Fred & Laurie Parson, Penerbit Karisma-edisi terjemahan). Prilaku mereka yang sering dianggap bermasalah justru sebenarnya adalah prilaku khas yang dimiliki oleh seorang yang dominan otak kanannya, kita dapat mengenali prilaku ini dengan cepat dan mudah.

Semangat belajar akan tumbuh jika dirinya mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan efesien. Sekarang ini banyak sekali metode belajar yang ditawarkan berbagai sekolah dan tempat kursus. Namun yang terbaik adalah metode belajar yang berdasarkan cara kerja alami otak manusia, seperti yang ditawarkan oleh Prime Super Great Memory dalam metode Super Great Memory. Otak kiri, pahal otak kiri bersifat Short Term Memory (ingatan jangka pendek) sehingga anak akan segera melupakan apa yang dipelajarinya. Itulah sebabnya anak lebih mudah mengingat tokoh-tokoh kartun daripada tokoh-tokoh sejarah dalam buku mereka, karena saat mereka menonton merela melibatkan otak kanan yang sifatnya Long Term Memory (ingatan jangka panjang). Setiap orang unik dan berbeda, jangan pernah  membandingkan orang dengan orang lain sekalipun dengan saudara kandung. Berusahalah untuk memahami.

*Terinspirasi oleh tulisan Lia, tentangnya lebih lengkap berada di Link yang ditulis dibawah.

Link :

http://primesgm.com/?p=582

http://www.primesgm.blogspot.com

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sains. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s