Litium (Li)


Nama                                       : Lithium[1]
Simbol                                     : Li
Nomor Atom                           : 3
Massa Atom                            : 6,941 Amu
Titikk Lebur                             : 180,54 ° C (453,69 K, 356,972 ° F)
Titik Didih                                : 1347,0 ° C (1620,15 K, 2456,6 ° F)
Jumlah Proton / Elektron      : 3
Jumlah Neutron                      : 4
Klasifikasi                               : Logam Alkali
Struktur Kristal                      : Kubik
Kepadatan                               : @ 293 K: 0,53 g/cm3
Warna                                     : perak[2]

Deret kimia                             : logam alkali

Golongan, periode, blok         :  12, s

Konfigurasi elektron              : 1s2 2s1

Elektron per kelopak              : 2, 1

Pembenahan magnetik           :paramagnetik

Keterhambatan elektris         :(20 °C) 92,8 nΩ·m

Konduktivitas termal              :(300 K) 84,8 W·m−1·K−1

Ekspansi termal                     :(25 °C) 46 µm·m−1·K−1

Kecepatan suara (thin rod)   :(20 °C) 6000 m/s

Modulus Young                       :4,9 GPa

Modulus geser                        :4,2 GPa

Modulus limbak                       :11 GPa

Kekerasan Mohs                     :0,6

Nomor CAS                             :7439-93-2

Karakteristik :

  • Tegangan nominal baterai Li-Ion adalah 3,6 volt
  • Elektrolit dalam baterai Li-Ion sangat reaktif, bocorannya dapat mengakibatkan karat pada peralatan
  • Baterai Li-Ion ditempatkan dalam casing logam yang stabil dan kuat
  • Mikrokontroller dan sensor-sensor dipasang pada casing untuk mencegah panas berlebihan dan overcharging.
  • Kerapatan energi baterai Li-Ion mampu menyimpan energi 3x lebih banyak dibandingkan dengan baterai NiCD
  • Baterai Li-Ion tidak memiliki efek memory maupun lazy battery sehingga baterai tidak perlu dikosongkan sebelum di charge.
  • Self discharging juga lebih kecil yaitu sekitar 10% dalam 24 jam
  • Impedansi (tahanan dalam) baterai Li-Ion lebih tinggi dibandingkan dengan Nicd dan NiMH, yaitu 200 – 250 mili ohm. Akibatnya baterai cepat menjadi panas dan tegangannya drop jika dibebani terlalu berat
  • Lithium sangat reaktif, bahan kimia didalam baterai akan terurai dengan sendirinya dan setelah 2 tahun baterai menjadi tidak dapat digunakan lagi[3].

Litium termasuk alkali tanah yang tidak banyak ditemukan di alam. Senyawa ini dapat dengan mudah mengalami pelapukan dari batuan bumi dan berkaitan dengan Natrium di dalam air. Senyawa ini dapat mudah larut dan tetap berada dalam larutan[4]. Mineral yang sangat berperan dalam litium ialah spodumene (LiAlSi2O6), petalite (LiAlSi4O10), dan amblygonite, dan pembakaran batu barapun melepaskan litium. Perairan alami pun memiliki kadar litium kurang dari 10 mg/liter[5]. Pada kadar yang rendah, litium dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Namun, pada kadar yang berlebihan, litium bersifat toksik[6].

Litium di bumi mengandung kira-kira 0,006% massa litium. Unsur ini juga terdapat dalam air laut hingga 0,1 ppm massa. Sumber utama diperoleh dari mineral spoumene. Logam ini dapat dijumpai dari lelehan elektrolisis LiCl dengan campuran beberapa garam insert untuk menurunkan titik leleh hingga 500oC.

Terakhir kegunaan litium diantaranya ialah dipakai untuk pengobatan kerusakan mental (dalam Bentuk Garam).

 

Referensi :

  1. The History and Use of Our Earth’s Chemical Elements: A Reference Guide : karya  Robert E. Krebs
  2.  Kimia Inti : Bubun Bunjali
  3. http://iwakuarium.kandangbuaya.com/2011/10/baterai-li-ion-lithium-ion/
  4. Telaah Kualitas Air : Hefni Effendi
  5. Metalurgi Fisik Modern & Rekayasa Material : R. J Bishop
  6. Dasar-dasar Fenomena Transfort : James L. Wetty

 


[1]. Johan Agustus Arfwedson : Pada tahun 1817 Lithium ditemukan olehnya. Baterai lithium memiliki logam lithium atau senyawa anoda.

[2]. Krebs, Robert E. (2006). The History and Use of Our Earth’s Chemical Elements: A Reference Guide. Westport, Conn.: Greenwood Press. hlm. 47-50

[3].  Bubun Bunjali. Kimia Inti. (Bandung : 2002). Hal 170. Lihat pula : http://iwakuarium.kandangbuaya.com/2011/10/baterai-li-ion-lithium-ion/

[4]. James L. Wetty. Dasar-dasar Fenomena Transfort (Jakarta 2002). Hal 136

[5]. R. J Bishop. Metalurgi Fisik Modern & Rekayasa Material (Yogyakarta : 2004). Hal 348-349

[6].  Hefni Effendi. Telaah Kualitas Air (Yogyakarta : 2004). Hal 79

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sains. Bookmark the permalink.

3 Responses to Litium (Li)

  1. Pingback: Mengenal Baterai Li-Ion (Lithium Ion) « iwakuarium

  2. makasih………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s