Masih Tawa Lama

Jalan ini tetap saja menyepi

Masih juga embun menetes di ranting dua cemara

Hujan sore itu masih tersisa

Basahi semesta, pilu dalam syahdu

Awal  Indah, kali kedua berwarna

Ku berjalan dibawah hujan,

Bukan pada gerimis kemarin

Tapak demi setapak ku berjalan

Membawa buku tangan kanan, kiri mengabarimu

Masih kau,

Wanita teman bincanganku

Ku lihat langkahmu

Mensayukan angin,

Langkahmu sayukan Langit,

dan berkicau halnya kenari di pagi hari

Burung kenari suara kecilmu

Bernyayilah dan terus bernyanyi..

Bulir bulir padi masihkah ada..

Agar kau tetap berdendang buatku “Gerimis Senjaku”

Kau duduk di pinggirku

Tanpa saling menatap,

karena ku tahu,

aku bukanlah manusia waras

*Keadaanku sekarang amat memburuk, karena suatu penyakit entah itu apa, ku tak mengetahuinya. Ragaku sudah mulai mengecil, tapi ku tetap akan tuliskan semua kisahku, karena aku amat mencintai hidupku. walau aku tak mencintai dan dicintai siapapun, Aku masih dalam kesendirian abadi.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s