Roh

Roh (Arabروح, Arwah) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yg diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan[1]. Secara etimologi Roh atau roh (Ibrani רוח baca: ru-ach) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia[2]Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh, jiwa dan tubuh (1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadag yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur ketiga yaitu roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal[3].

Salah satu tema yang banyak juga dibicarakan oleh al-quran adalah masalah ruh. Kata ruh saja dikutip dalam al-quran sebanyak 21 kali dengan berbagai derivasinya. Disini pemakalah akan menyebutkan kata ruh dengan derivasinya :

  1. Ar-ruh sebanyak 7 kali
  2. Ar-ruh amin sebanyak 1 kali.
  3. Ruh kudus sebanyak 3 kali
  4. Min ruhihi sebanyak 1 kali
  5. Ruhana sebanyak 3 kali
  6. Min ruhi sebanyak 2 kali
  7. Ruhan min amrina sebanyak 1 kali[4]

Kata-kata ruh di dalam ayat ini mengandung arti bermacam-macam dengan eksistensi yang bervariasi, meskipun secara lahiriyyah semuanya bermuara kepada satu makna. Makna-makna ruh tidak dibahas semuanya di sini, yang ingin pemakalah bahas adalah tentang ruh manusia. Mungkin sebagian merasa terkejut mengapa pemakalah membicarakan ayat :

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً

Dan mereka bertanya kepadamu (muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “ruh itu termasuk urusan tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit[5].

Sesungguhnya ruh abdi itu lembut, alloh SWT telah menyeru dalam hati-hatinya dan menjadikanya tempat ahwal yang lembut dan akhlak yang terpuji. Seperti telah ditetapkanya penglihatan tempat untuk melihat, telinga tempat untuk mengdengar dan sebagainya. Mata, Telinga sesungguhnya itu adalah jumlah/kumpulan yang berada pada manusia, begitu juga sifat-sifat yang terpuji itu adalah ruh, dan tempat sifat-sifat tercela ialah jiwa/nafs.

Ruh itu lembut dan ditetapkan untuk mencukupkan kesucianya dan sifat-sifat yang terpuji, dan itu adalah makhluk sebelum jasad diciptakan selama seribu tahun[6].

Padahal umumnya setiap orang uang menafsirkan bahwa di dalam ayat tersebut adalah ruh manusia. Menurut saya ayat ini tidak begitu jelas apa yang dimaksud dengan ruh dalam ayat tersebut. Terdapat beberapa kemungkinan tentang makna ruh di dalam ayat tersebut, antara lain ruh al-qudus, ruh amin, ruh manusia, dan wahyu ilahi. Bahkan dalam sebuah riwayat yang dimaksud dengan ruh al-amin adalah malaikat jibril. Jadi pemakalah tidak memasukan dalam pembahasan ini.

Tema- tema yang akan dibahas dalam makalah ini ialah :

  1. Tiga teori tentang ruh
  2. Keabadian ruh
  3. Jiwa
  4. Perbedaan ruh dan jiwa

A.     Tiga teori tentang ruh

Di sini tidak akan membahas teori-teori kejiwaan para ahli psikologi, karena itu di luar konteks. Arah tulis dalam pembahasan ini adalah melakukan kajian atas pendapat paling populer dari lima filosof dunia yang merentang sejak era klasik hingga kontemporer.

Sejak  zaman dahulu kala manusia selalu merasa penasaran dengan hakikat ruh[7]. Disetiap zaman hakikatnya ruh itu selalu diberi penjelasan tapi tidak memuaskan manusia karena penjelasanya berbeda-beda bahkan saling bertentangan. Yang berbicara tentang ruh tidak hanya para pakar bahkan juga orang-orang awam yang tidak m,emiliki pengetahuan

  1. Teori plato

Teori plato bahwa ruh terlebih dahuludaciptakan dari tubuh pernah menjadi populer. Menurutnya, ruh kemudian menempel pada tubuh. Jadi ruh itu seperti burung yang bersarang di dalam tubuh manusia untuk beberapa lama, ketika sarang itu pecah dan ruh itu pergi ke tempat lain. Teori seperti ini kemudian di ubah oleh tangan muridnya Aristoteles. Namun plato ini tetap mengilhami para penyair setelahnya. Missal seorang penyaor iran mengatakan :

Aku adalah malaikat dan firdaus adalah persema-yamanku. Lantas aku berubah menjadi manusia di tempat yang fana ini,

Setelah itu aku menjadi burung di alam malakutku selepas dari alam tubuh,

Beberapa hari dibuatlah sangkar dengan badanku[8]

Sebagaimana alloh berfirman ;

¢OèO çm1§qy™ y‡xÿtRur ÏmŠÏù `ÏB ¾ÏmÏmr•‘ ( Ÿ@yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noy‰Ï«øùF{$#ur 4 Wx‹Î=s% $¨B šcrãà6ô±n@ ÇÒÈ

Artinya :

Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh[9] (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

alloh menjadikan ruh di dalam tubuhnya dan menjadikan pendengaran, penglihatan, hati, supaya mereka bisa mengenal kebenaran dan hidayah[10].

  1. Teori aristoteles

Aristoteles kemudian menuntaskan perdebatan antara ruh dengan tubuh yang diyakini oleh gurunya[11]. Menurutnya hubungan ruh dengan tubuh itu lebih tinggi dari sekedar hubungan antara burung dan sangkarnya, antara penunggang kuda dengan kudanya, antara orang-orang yang menaiki perahu dengan perahunya. Ia menyimpulkan bahwa hubungan antara ruh dan badan seperti hubungan bentuk dan materi. Forma dan aktualisasi materinya itu dilakukan oleh ruh. Ruh adalah eksistensi manusia yang transenden selalu bersama materi tapi tidak di dalam materi. Ruh tidak diciptakan sebelum tubuh. Ruh itu pada awalnya adalah potensi kemudian mencapai tahapan mullasadra (979-1050/1571-1640).

Seiring dengan perkembangan kemajuan saint di barat, teori plato kembali dibicarakan lagi dan lahir juga teori baru yang berlandaskan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang baru muncul.

Sementara itu, descartes (1596-1650) meyakini tiga eksistensi yang mandiri yaitu tuhan, nafs dan badan, artinya ia telah menghidupkan lagi teori plato[12].

  1. Teori mulla shadra

Dengan teori gerakan subtansial telah menciptakan revolusi besar epistemologi yaitu yang ada kaitanya antara tubuh dan ruh[13]. Ia bisa membuktikan bahwa gerakan lahiriyyah, artifisial dan indrawi yang berjalan di permukaan alam ini merupakan manifestasi dari gerakan subtansial[14]. Gerakan ini memberikan penampakan atas gerakan bendawi. Munculnya spesies ada dalam lingkaran gerakan. Ruh juga adalah akibat dari gerakan mutlak[15]. Ruh juga adalah akibat dari gerakan mutlak. Asal usul munculnya jiwa juga adalah materi yang berubah. Materi ini memiliki potensi untuk mengembangkan suatu entitas dan sejajar dengan dunia metafisika dan tidak ada halangan entitas yang materi berubah menjadi entitas yang spiritual[16].

Di zaman ini tema pengetahuan tentang ruh didukung oleh pengujian ilmiah yang disebut dengan spiritisme[17]. Metode penelitian dan pengamatan dalam bidang ini lebih banyak mengandalkan penelitian ilmiah dan uji coba di laboratorium. Tetapi nampaknya apa yang ingin dibuktikan oleh para ilmuan yang melakukan kajian tentang ruh tidak berhasil, karena kalau ruh itu adalah suatu entitas yang non materi telah dikukuhkan oleh sepuluh argumen filosofis, maka ruh itu dan seluruhnya manifestasinya tidak mungkih hanya diwadahi dalam eksperimen-eksperimen dan pengamatan[18].

  1. B.     Keabadian ruh

Ayat-ayat di bawah ini memang tidak setegas ayat-ayat yang lain, tapi bisa dijadikan dalil untuk mendukung tesis keabadian ruh manusia setelah tubuh itu mengalami kematian.

Alloh SWT berfirman :

#Ó¨Lym #sŒÎ) uä!%y` ãNèdy‰tnr& ßNöqyJø9$# tA$s% Éb>u‘ ÈbqãèÅ_ö‘$# ÇÒÒÈ

þ’Ìj?yès9 ã@yJôãr& $[sÎ=»|¹ $yJŠÏù àMø.ts? 4 Hxx. 4 $yg¯RÎ) îpyJÎ=x. uqèd $ygè=ͬ!$s% ( `ÏBur NÎgͬ!#u‘ur îˆy—öt/ 4’n<Î) ÏQöqtƒ tbqèWyèö7ムÇÊÉÉÈ

99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia)[19]

100. Agar Aku berbuat amal yang saleh terhadap yang Telah Aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan (¬!#u‘ur)[20] mereka ada dinding) îˆy—öt/(  [21] sampal hari mereka dibangkitkan[22].

Jika kita hanya memperhatikan lafadz barzakh maka kita belum bisa menyimpulkan apapun dari ayat tersebut. Namun kalau saya membaca seluruh ayat maka saya bisa menyimpulkan bahwa ayat itu memang menegaskan keabadian ruh. Menurut ayat tersebut, orang-orang kafir menginginmkan kembali hidup di dunia karena mereka menyaksikan balasan buruk akibat perbuatan mereka di dunia. Jadi, artinya mereka itu ada di suatu tempat. Mereka di tahan disana sampai hari kebangkitan tiba. Apakah yang ditahan itu tubuh ataukah ruh? Tubuh jelas tidak bisa ditahan karena tubuh itu telah hancur dimakan tanah. Karena itu, yang ditahan itu adalah ruh. Dengan demikian, ruh lah yang terus hidup abadi[23]

Alloh swt berfirman :

ô`tBur ãNn=øßr& Ç`£JÏB 3“uŽtIøù$# ’n?tã «!$# $¹/ɋx. ÷rr& tA$s% zÓÇrré& ¥’n<Î) öNs9ur yyqムÏmø‹s9Î) ÖäóÓx« `tBur tA$s% ãA̓Ré’y™ Ÿ@÷WÏB !$tB tAt“Rr& ª!$# 3 öqs9ur #“ts? όÎ) šcqßJÎ=»©à9$# ’Îû ÏNºtyJxî ÏNöqpRùQ$# èps3Í´¯»n=yJø9$#ur (#þqäÜř$t/ óOÎgƒÏ‰÷ƒr& (#þqã_̍÷zr& ãNà6|¡àÿRr& ( tPöqu‹ø9$# šc÷rt“øgéB z>#x‹tã Èbqßgø9$# $yJÎ/ öNçFZä. tbqä9qà)s? ’n?tã «!$# uŽöxî Èd,ptø:$# öNçGYä.ur ô`tã ¾ÏmÏG»tƒ#uä tbrçŽÉ9õ3tFó¡n@ ÇÒÌÈ

Artinya :

93.  Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari Ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, Karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (Perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

Kalau setelah kematian itu tidak ada lagi kehidupan disana, niscaya tidak akan ada siksaan, menurut ayat ini pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan. Hal ini menuinjukan adanya kehidupan lagi setelah kematian[24].

Alloh swt berfirman :

öqs9ur #“ts? øŒÎ) ’®ûuqtGtƒ tûïÏ%©!$# (#rãxÿŸ2   èps3Í´¯»n=yJø9$# šcqç/ΎôØo„ öNßgydqã_ãr öNèdt»t/÷Šr&ur (#qè%rèŒur šU#x‹tã È,ƒÍyÛø9$# ÇÎÉÈ šÏ9ºsŒ $yJÎ/ ôMtB£‰s% öNà6ƒÏ‰÷ƒr& žcr&ur ©!$# }§øŠs9 5O»¯=sàÎ/ ωŠÎ6yèù=Ïj9 ÇÎÊÈ É>ù&y‰x. ÉA#uä šcöqtãöÏù   tûïÏ%©!$#ur `ÏB öNÎgÎ=ö7s% 4 (#rãxÿx. ÏM»tƒ$t«Î/ «!$# ãNèdx‹s{r’sù ª!$# óOÎgÎ/qçRä‹Î/ 3 ¨bÎ) ©!$# A“Èqs% ߉ƒÏ‰x© É>$s)Ïèø9$# ÇÎËÈ

50. Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). 51. Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, 52. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. mereka mengingkari ayat-ayat Allah, Maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa siksaan yang mereka terima itu sama dengan siksaan yang diterima oleh firaun dan orang-orang sebelum mereka. Artinya bahwa mereka yang disiksa itu hidup di alam lain[25] selain alam dunia ini.

Alloh berfirman :

y#ø‹s3sù #sŒÎ) ÞOßg÷F©ùuqs? èps3Í´¯»n=yJø9$# šcqç/ΎôØtƒ óOßgydqã_ãr öNèdt»t/÷Šr&ur ÇËÐÈ

27. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?

Ayat ini juga menunjukan adanya kehidupan setelah kematian. (setelah malaikat maut mencabut nyawanya mereka, artinya setelah manusia itu mati, mereka akan mengalami hidup lain dengan mendapat pukulan di wajah dan punggung.

C. Jiwa

Ketikia kita temukan dalam diri manusia adanya sesuatu yang bertentangan dengan perbuatan fisik dan bagian-bagian tubuh, baik detail maupun karakteristiknya, sementara sesuatu tersebut mempunyai perbuatannya sendiri yang bertentangan dengan perbuatan tubuh dan karakteristiknya, sehingga dakam satu hal lain hal itu tidak bisa berada bersama-sama denganya, serta kita temukan bahwa sesuatu tersebut sangat berbeda dengan bentuk-bentuk (aradh), dan seterusnya berbeda pula dengan tubuh dan bentuk, lantaran yang disebut tubuh itu adalah tubuh dan bentuk itu adalah tubuh, bukan pila bagian dari tubuh, dan bukan pula bentuk. Sebab,  sesuatu tersebut tidak bisa berganti-ganti dan tidak pula berubah-ubah. Ia mengetahui segala sesuatu dalam derajat yang sama, tidak pernah menyusut, tidak pernah melemah, dan tidak pernah berkurang.

Ciri khas ini sangat kontradiktif dengan ciri khas tubuh. Atas dasar ini, maka manusia selalu mengalami peningkatan pemahaman, manakala ia terus berlatih, lalu memproduk berbagai ilmu dan pengetahuan. Dari situ, jelaskan bahwa, jiwa bukan tubuh!.Kalau jiwa bukan materi, maka sebagaimana materi itu sendiri, bahwa materi tidak memuat materi (lain), sebab materi tersebut terdapat pada esensinya, selamanya terkandung sebagaimana yang terdapat pada materi lainya. Ia tidak pernah bisa berdiri sendiri.

Jauhar (atom) yang saya sebutkan sifatnya di atas, selamanya merupakan penerima (bentuk). Ia merupakan muatan (hamil) yang terlebih sempurna disbanding muatan-muatan untuk form-form lainya. Kalau begitu, jiwa bukan tubuh. Bukan pula bagian dari tubu, dan bukan pula materi.

TIGA FAKULTAS JIWA[26]

Telah jelas bagi seorang yang menelaah watak jiwa ini fakultas-fakultasnya bahwa jiwa terdiri dari tiga bagian : fakultas yang berkaitan dengan berfikir dengan berfikir, melihat, dan mempertimbangkan realitas segala sesuatu; fakultas yang terungkapkan dalam amarah, berani menghadapi bahaya dan ingin berkuasa, menghargai diri dan menginginkan  dan menginginkan bermacam-macam kehormatan ; fakultas  yang memiliki nafsu syahwat dan makan, keinginan pada nikmat makanan, minuman, ketiga fakultas jiwa ini berbeda satu dari yang lainya. Hal ini bisa diketahui dari kenyataan bahwa berkembangnya salah satu dari ketiga fakultas tersebut merusak yang lainya, dan bahwa satu dari ketiganya dianggap sebagai tiga jiwa, dan terkadang sebagai tiga fakultas dari satu jiwa.

Kesimpulan

Manusia adalah realitas dua dimensi dan terbendutk dari jasad dan ruh. Meskipun disepakati bahwa manusia merupakan keturunan ada., namun kalangan pemikir berbeda pendapat dalam masalah terbentuknya jasmani adam sebagai bapak umat manusia, juga masalah hakikat ruh. Roh (Arabروح, Arwah) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yg diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Secara etimologi Roh atau roh (Ibrani רוח baca: ru-ach) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh, jiwa dan tubuh (1 Tes 5:23).

Jauhar (atom) sifatnya,selamanya merupakan penerima (bentuk). Ia merupakan muatan (hamil) yang terlebih sempurna disbanding muatan-muatan untuk form-form lainya. Kalau begitu, jiwa bukan tubuh. Bukan pula bagian dari tubu, dan bukan pula materi.


[1] Rivay siregar, Tasawuf dari sufisme klasik dan new sufisme, Jakarta: PT. Raja Grafindo persada, 2002, cet 2. Hlm 45

[2] Muhammad As-Sayyid al-Galind, Tasawuf dalam pandangan al-Qur’an dan as-Sunnah, terj. Muhammad Abdullah al-amiry, Jakarta: Cendekia, 2003, cet 1. Hlm 78. Lihat juga : M.Sholihin dan Rosihun Anwar, Kamus Tasawuf, Bandung :PT Remaja Rosda karya, 2002, Cet 1. Hal 567.

[3] . Ahmad Fuad Al-ahwani. al-Madaris al-falsafiyah. Kairo : dar al-qalam,  1965. Hlm 123

[4].jafar subhani. Urusan tuhan. Al-huda, 2006, hlm 12.

[5]. QS. Al-isra : 85.

[6] Al-qhusyairi . lathaifu al-isyarat. Dar al-fikr (Beirut : 1995).jilid 8. Hlm 567.
ويقال إن روح العبد لطيفة أودعها الله سبحانه في القالب، وجعلها محل الأحوال اللطيفة والأخلاق المحمودة، (وكما يصح أن يكون البَصَرُ محلَّ الرؤية والأذنُ محلَّ السمع.. إلى آخره، والبصير والسامع إنما هو الجملة – وهو الإنسان – فكذلك محل الأوصاف الحميدة الروح، ومحل الأوصاف المذمومة النَّفْس، والحكُم أو الاسمُ راجعٌ إلى الجملة)  وفي الجملة الروح مخلوقة، والحق أجرى العادة بأن يخلق الحياة للعبد ما دام الروح في جسده..
والروح لطيفة تقررت للكافة طهارتها ولطافتها، وهي مخلوقة قبل الأجساد بألوفٍ من السنين

[7] Paham pra-skolastik mengenai jiwa berasal dari paham tentang identitas napas dan udara; di padu dengan paham jiwa yang lebih kuno lagi sebagai bayangan orang yang masih hidup tubuhnya. Demokritos menganut pandangan  tentang atom-atom jiwa yang disuntikan lewat tubuh : pandangan ini diteruskan oleh epikurus. Pemahaman tentang jiwa sebagai unggul terhadap tubuh dapat ditemukan dalam agama dionysian dan di kalangan kaum pytagorean.

[8] . syair dari hafidz.

[9] . sejumlah pandangan yang  telah disebutkan berkaitan dengan ruh, secara umum dapt dibagi ke dalam empat kelompok :

  1. Pandangan yang secara keseluruhan mengingkari fenomena ruhani dan ruh di samping jasad. Semua fenomena ruhani dijelaskan dalam bagan pendekatan materialistis. Pandangan ini dikaitkan dengan sejumlah pemikir seperti, Democritus, zeno, Thomas hobbes, kaum behavioris, allaf, asy;ariy, baqilani, dan abu bakar ‘ashim.
  2. Pandangan yang menerima fenomena-fenomena ruhani; tetapi mengingkari keberadaan ruh yang bersifat immaterial. Efifenomenalisme mengakui bahwa fenomena ruhani sangat jauh berbeda dengan fenomena materi. Akan tetapi, pada saat  bersamaan, pandangan ini meyakini (fenomena ruhani) sebagai akibat dari pergerakan materi dan fisik organ tubuh. Pandangan yang mengakui ruh sebagai fenomena ruhani itu sendiri yang secara berkesinambungan muncul dan hilang sepanjang proses kehidupan manusia, juga termasuk dalam, kelompok ini. Thomas henry Huxley dan peter Frederick strawson secara berurutan mengakui kedua pandangan tersebut.
  3. Pandangan yang meyakini bahwa ruh dan jasmani adalah dua unsure yang tidak saling bergantung : akan tetapi menaganggap sesuatu yang bersipat indrawi dan material sebagai bahan dasar kejadian keduanya (ruh dan jasmani). Pandangan ini dinisbatkan pada William James dan Bertrand Russel.
  4. Pandangan yang kendati menerima ubungan timbale balik antara ruh dan jasmani, namun disamping dimensi jasmaniahnya, juga mengakui dimensi non material yang disebut dengan ruh dan menisbatkan sejumlah fenomena ruhani kepadanya dan berasal darinya. Kebanyakan pilosof dan pemikir muslim menerima pandangan ini. Silakan merujuk, Abu Zaid Mina Ahmad, Al-Insan Fi Al-Falsafah Al-Islamiyyah.

[10]. Al-firuji al-abadi. Tafsir al-quran. Dar al-fikr. 1998. Juz 5. Hlm 345.

{ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ } جعل الروح فيه { وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ } خلق لكم السمع لكي تسمعوا به الحق والهدى { وَٱلأَبْصَارَ } لكي تبصروا بها الحق والهدى { وَٱلأَفْئِدَةَ } يعني القلوب لكي تفقهوا بها الحق والهدى { قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ } شكركم بما صنع إليكم قليل.

Patut disebutkan bahwa penjelasan tentang keberadaan dan kemandirian ruh dalam sejumlah ayat dan riwayat, tidak harus dimaknai bahwa Al-Quran dengan menyebut kata ruh, tengah memaparkan masalah keberadaan dan kemandirian ruh manusia. Dalam Al-Quran, kata ruh digunakan kurang kebih dlam dua puluh satu tempat. Adapun dengan maksudnya, adakalanya berbeda-beda pada sebagian ayat. Seperti ayat suci. “Katakanlah, bahwasannya ruh itu adalah urusan Tuhan ku” akan tetapi, kata ruh memiliki dua penggunaan yang bersifat pasti, diterima, dan disepakati.

 Pertama, berkaitan dengan salah satu malaikat terpilih yang sering disebut ruh, ruh Al-Quds, dan ruh Al-Amin, seperti pada ayat “Pada malam itu turun malaikt-malaikat danruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala sesuatu.” (Q.S Al-Qadr:4)

kedua. Berkaitan dengan ruh manusia yang ditiupkan kedalam  jasmani. Seperti pada beberapa tempat yang menjelaskan tentang peniupan ruh dalam peristiwa penciptaan Nabi Adam as. Dan Nabi Isa as. Misalnya ayat: “maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalam ruh-Ku, maka tunduklah kamu dengan bersujud” (Q.S Al-Hijr:29) yang berhubungan dengan penciptaan nabi adam as. Dan ayat: “Dan ingatlah Maryam Putri Imran yang memelihara kehormatannya maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagaian dari ruh kami.” (Q>S>at-tahrim)

[11] . usman amin. Syakhsiyyah wa madzahib al-falsafah. Al-huda(2007). Hlm 89.

[12]. Musthafa abdu al-razi, failasuf arab wa al-muaalim al-tsani (kairo al-babi al-halabi, 1945), hlm 18. Lihat juga musa al-musa al-musyawi, min al-kindi ila ibn rusyd (beirut : maktabahal-fikr al-jami’, 1977), hlm 54-55.

[13]. Gerakan subtansi terjadi meliputi segala sesuat, baik pada jasmaniyah maupun  juga pada ruhaniyyah. Dalam manusia yang nulanya adalah gabungan materi dan bentuk gerakan itu terjadi demikian materi awal berkembang menjadi gumpalan darah, kemudian janin, bayi, anak-anak remaja, dewasa, tua dan hancur. Sedangkan bentuknya berkembang menjadi nafs al-mutaharikah, kemudian nafs al-hayawaniyat dan nafs al-insaniyat. Gerakan subtansial tang terjadi pada materi menuju kehancuran. Sedangkan gerakan subtansial yang terjadi pada jiwa menuju kesempurnaan.

[14]. Khalifah abdul, “renaisan in indo-pakistan (continued) : iqbal ‘’ dalam M.M. sharif, (ed), A history of muslim philosopy, vol II (wiesbaden: otto harrassowitz, 1963), hlm 1615.

[15]. seyyed hossen nasr, sadr al-din shirazi dan al-hikmah mutaaliyyah, terjemah baharruddin ahmad dari sadr al-din shirazi dan his trancendence theosofi (kuala lumpur dewan bahasa dan pustaka kementrian pendidikan Malaysia), hlm. 30

[16]. William C. chittick,”Eschatology”, dalam seyyed hossein nasr, (ed), islamic spiritualiry : foundantion, jilid 1 (new york : crossroad, 1987), hlm 393.

[17].  Spiritisme merupakan suatu dokrin filsafat didirikan di prancis pada pertengahan abad ke-19 oleh pendidik prancis HIPPOLYTE LEON DENZARD RIVAIL, dengan mana palsu allan kardec.istilah tersebut diciptakan olehnya sebagai nama khusus dari dokrin yang ia sedang publikasikan tetapi, mengingat fakta bahwa kata tersebut diciptakan dari akar-akar yang diambil dari bahasa umum, ia segera disenyawakan dengan penggunaan normal dan telah dipakai untuk nama dokrin-dokrin lain juga, meskipun para spiritis awal memprotes penggunaan ini. Spiritisme jangan dikacaukan dengan spiritualisme, penggunaan dengan makna tersebut dipandang sebagai peyoratif baik oleh spiritualis maupun spiritis. Kata tersebut, dalam bahasa inggris, un capitalise, the word, in english, is an obolete term for animism and other religious practices involving the invocation of spiritual beings, including shamanism.

[18]. Abdul Qadir Djaelani, Koreksi terhadap ajaran tasawuf, jakarta: Gema Insani Press, 1996, cet 1. Hlm 67

[19]. Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.

[20] Kata wara’a dalam al-quran dan dalam bahasa arab kadang-kadang diartikan dihadapan. Seperti dalam surah al-kahfi ayat 79, yang berbunyi.

 : $¨Br& èpoY‹Ïÿ¡¡9$# ôMtR%s3sù tûüÅ3»|¡yJÏ9 tbqè=yJ÷ètƒ ’Îû ̍óst7ø9$# ‘NŠu‘rsù ÷br& $pkz:‹Ïãr& tb%x.ur Nèduä!#u‘ur Ô7Î=¨B ä‹è{ùtƒ ¨@ä. >puZŠÏÿy™ $Y7óÁxî ÇÐÒÈ

[21] . barzakh artinya batas antara dua hal, seperti dalam surah ar-rahman ayat 20 yang berbunyi :

$yJåks]÷t/ ӈy—öt/ žw Èb$u‹Éóö7tƒ ÇËÉÈ

[22]. Maksudnya: mereka sekarang Telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

[23]. Ibrahim al-bajuri al-syamarqhandi. Tanbih al-qhafilin. Dar al-fikr (beirut : 1998). Hlm 37.

[24] . Ibrahim. Hasyiyyah al-bajuri li al-syarhi tanbih al-ghafilin. Dar al-maani (libanon ; 2009). Hlm 90.

فااليوم أذيقكم عليم عقابي مع ما حرمتكم من جزيل الشواب

[25] . untuk mengetahui semua ayat yang menjelaskan tentang keneradaan dari kemandirian ruh, silakan merujuk, Misbah, Muhammad Taqi, Maarif Al-Quran (teologi, kosmologi, dan antropologi), hal.450-456.

[26] Pandangan-pandangan Miskawaih tentang tiga fakultas jiwa (fakultas berfikir, fakultas amarah, dan fakultas hawa nafsu) dan empat kebaikan utama (kearifan, keberanian, sederhana, dan keadilan) berasal dari dokrin platoyang terkena; (the republic, buku IV; dan para pengulasnya). Mengenai elemen-elemen platonic dalam miskawaih dan dalam filsafat islam dan umumnya, linat :

Franz Rosenthal,”on the knowledge of plato’s in the Islamic world”, Islamic culture, hlm 387-422: dan Richard walzer, “Platonism in Islamic philosophy,” dalam Greek into Arabic (Oxford, 1962). Hlm 236-252.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Filsafat, Keagamaan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s