Ke Dunia Mana?

Kini ku harus pergi ke dunia mana?

Menggantugkan sepucuk doa di awan,

dan pulang dibawa hujan.

 

Tak ada imajinasi manusia,

Yang hidup dalam ketidaknampakkan.

Hanya sebait lantunan suci selalu bergema.

 

Kini ku harus pergi kemana?Di buah dada wanita,

Bara api membasahi ruang dan waktu.

Tak ada yang mampu mengeringkannya,

Walau dibakar oleh samudra,

Di jemur olah pulau pilu.

 

Terpikir di benak,

Tersadar kala dunia terhampar.

Aku akan pergi ke dunia yang tak pernah abadi.

Dengan ditemani tawa Ibu Bumi

ku bisa menghapus semua aforisma tak bermana..

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s