Tentang Dirimu (2)

Di sela tata cuaca

Wajah putih nampak pucat

Kau yang di sana,

selalu menatap timbunan dingin,

menanti kabar dari utara.

 

Suasa tak enak di luar sana

Tapi kau selalu sampaikan rindu lewat jendela.

Melihat tumpukan batu,

di atas salju yang membuatmu selalu rindu.

 

Ingatlah semua kan tiada

tak ada yang sama,

hanya sia-sia belaka

 

Tunggu aku di pinggir danau itu,

untuk minum anggur merah dari bibirmu.

 

Kau ingat waktu dulu?

warna berbeda hanya ada dua.

kita bersandar di sana,

mencari kehangatan di bawah pohon cemara.

 

kau peluk diriku,

dengan ciuman pada pipi coklat.

Dan kau memintaku untuk tidak pergi.

 

Namun,

ku jauh dari lintas matamu sekrang.

Demi sebuah cita-cita

ku harus bermain dengan kemungkinan.

 

Tunggulah aku,

kita akan pergi ke pinggiran danau itu lagi.

Menyelimuti Asa pada tiada.

karena ku yakin,

telaga tak akan pernah sirna di telan masa.

 

*menghayal.com

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s