“Andai Aku Martin Heidegger”

Sebuah cerita hari ini, dimana ku menemui sebuah seminar yang diadakan oleh UKM Women Study Center di Aula UIN Sunan Gunung Djati. Seminar itu bertemakan “Kartini Dalam Tanda “?”“. Ternyata seorang yang ku sering liat komedinya dulu, seorang aktivis juga lulusan Universitas Indonesia jurusan Ilmu Filsafat (Kalau tidak salah), dan program s2 Ilmu Politik. Banyak yang menyatakan dia representasi dari Hannah Arendt. Itu terlihat dari beberapa penjelasan yang ia diskusikan dan retorikanya yang luar biasa.

Melalui kata-katanya, ku mendapat energi positif. Dia menyatakan bahwa hidup tidak akan terlepas dari Politik. Manusia adalah Zoon Politikon, kata Aristoteles. Itulah sebab atau asumsi dasar yang ku tafsirkan dalam penjelasannya tadi pagi. Rieke seorang istri dari Doni Gahral. Doni Gahral adalah salah satu dosen UI yang hebat, itulah kabar yang ku terima selama ini.

Mendengar apa yang dipaparkan Diah Pitaloka ku sangat tersugesti untuk mengkaji Hannah Arendt. Seorang Filsuf asal German yang dididik oleh Marthin Heidegger. Heidegger seorang filsuf German yang banyak meminjam istilah dari Nietzsche dan Soren Kierkegaard. Ia mendidik Hannah Arendt yang kemudian hari menjadi kekasihnya. Begitupun juga Rieke Diah Pitaloka dan Doni Gahral. Walaupun berbeda kontek dalam kehidupan.

Banyak pasangan hidup yang masing-masing memiliki konsentrasi yang sama, bahkan berbeda dalam pengetahuan. Namun, Ku ingin seperti Martin Heidegger, seorang yang terpengaruh oleh Nietzsche. Bukti Kongkrit dia menulis sebuah buku tentang Nietzsche. Diataranya ialah “The Philosophy Of Nietzsche”, “Who Nietzsche Is Zarathustra”, “Nietzsche Will To Power as art” dan lain sebagainya. Ia meninjau ulang Metafisika Nietzsche, dimana kebanyakan orang menyatakan bahwa Nietzsche Anti-Metafisika.

Sejak kecil, dia terpengaruhi Oleh Aristoteles dan Plato. Namun, beranjak sedikit besar, mulanya ia seorang yang menganut Fenomenologi dibawah bimbingan Edmund Hurssel. Karya Menumentalnya ialah buku yang berjudul “Being and Time”. Dalam karya ini, Heidegger memepertanyakan makna ada: apa maknanya bila sesuatu entitas dikatakan ada? Pertanyaan ini adalah satu pertanyaan radikal dalam caakupan wilayah ontologi. Dalam pendekatannya Heidegger terpisah dari tradisi Aristotelian dan Kantian yang mendekati pertanyaan itu dari sudut pandang logika. Secara implisit mereka mengatakan bahwa pengetahuan teoritis mewakili relasi mendasar antara individu dan ada di dunia sekitarnya (mencakup juga dirinya sendiri). Ia tak setuju bahkan menolak tesis ini, dengan mengawali pendekatannya dari Sorge.

Pendaatnya ini sekaligus sebuah kritik bagi pemikiran Cartesian yang mengagungkan “aku” sebagai objek berpikir murni yang terpisah dari dunianya. Heidegger mengritik pernyataan terkenal Descartes aku berpikir maka aku ada yang terlalu menekankan pada aku berpikir dan lupa bahwa seharusnya aku ada terlebih dahulu barulah kemudian aku bisa berpikir. Fakta mendasar dari eksistensi manusia adalah bahwa kita telah ‘ada di dalam dunia’. Dunia adalah karakter dari ada di dalam dunia, yang selanjutnya disebut dengan das sein.

Terlepas dari segala hal yang ku ceritakan di sini, yang ingin menjadi dalam mimpi ialah dimana ku bisa mendapatkan kekasih hati yang seperti Marthin Heidegger, Hannah Arendt. Namun, dalam sebuah kontek Sains dimana kekasihku seorang yang ulet, cerdas, Feminist dan pintar. Terutama bisa mengalahkanku dalam hal hitung menghitung.

Ku ingin mempunyai seorang kekasih hati dimana ia mempunyai semangat membara dalam pencarian kebijaksanaan. Bila menemukan wanita itu, akan ku didik dia “apa yang menjadi peradaban dunia ini di masa sekarang. Seperti halnya, Sistim koordinat Cartesius, Proyeksi Matrik, Sibernetika, kalkulus, geometri analitis, relativitas einstein, pemanfaatan uranium, Pemograman satelit, Fusi dingin, Persamaan reksi Nukri dalam reaksi fusi dan fisi, Bilangan kuantum dalam eksakta, dan masih banyak lagi.

Oh tuhan, kapankah ku mempunyai seorang kekasih hati?

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s