Di balik Jendela

Di balik jendela

Ku intip bulan purnama

Mekar memutih laksana kau yang menjelang mati

 

Di taburi bunga bintang,

menjadi tanda istirahat abadimu

 

Bersama awan malam,

yang mendekati bulan.

Meretas benci menjadi sebuah cinta

 

 

 

 

Ku di sini hanya berharap pada malam

menyampaikan cawan emas dari surga.

 

Ku hanya bisa menipu serunai,

laksana kitab suci

 

Ku hanya bisa memberi ukiran nada,

walaupun ku tak tahu apa makna dari tiada.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s