Mengapa kau Pergi?

Di Padang Mesir

Kita bermain bersama debu.

 

Angin menyendiri di kaki Piramid

Namun, Timur senantiasa berjalan menuju barat.

 

Kita sempat ukir pohon kaktus,

yang berduri menusuk rindu.

tapi, ia malah melukai nisan Firaun

 

Setiap tetesan debu,

kita hitung di bawah terik matahari

 

Ilusi nampak memudar,

usai kita berlari-lari mengelilingi piramid.

 

Ingin ku bawa peti zombi,

Sebagai tanda cintaku padamu.

Kubuka perbannya dengan perlahan,

seperti hati kita yang senantiasa terbuka.

 

Usai kuupas perban,

Cerita kita hanyalah tengkorak yang lama.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s