Alkisah

Kau yang nampak buta

Seolah dunia adalah untai kata.

Hanya bisa bermain kata,

tanpa tahu apa itu makna?

Ku ingin berlari menggapai hari esok.

Tanpa gonggongan anjing keresek di pagi hari.

 

Dunia bukanlah permainan kata,

Bumi bukanlah penataan ulang makna

Langit hanyalah wujud sabda samudra.

 

Tak apa kicau burung tertuju padaku,

Di Beringin dan lintas angin ini.

Namun, ku akan setia menunggu,

Untuk melihatmu,

mendengar senyummu.

Dan merinduka senja di tetes hujan.

 

Ku hanya mengagumimu,

isyarat sungai nil yang damai,

serta debu di puing-puing cerita.

 

Hanya ada kias kata,

bias makna

dalam untai kata.

 

Untuk mengagumimu di balik pandang

Tersangkut kata pada kata tersusun.

Rindu yang tak pernah berhenti,

membesar kala hujan tiba.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s