Singularitas Ruangwaktu

Alam semesta memang selalu mengembang, maka seharusnya alam semesta memiliki awal mula, yang kita sebut dengan big bang. Di tahun 1960-an, diyakini bahwa setiap bentuk materi akan memenuhi syarat yang disebut syarat energi kuat : PC*2 + 3P > 0. Dengan asumsi persamaan percepatan akan memberikan bahwa alam semesta selalu mengalami perlambatan. Hal ini memperbolehkan jikalau alam semesta homogen, maka alam semesta haruslah memiliki awal mula.

Pada kenyataannya syarat energi kuat menjamin bahwa alam semesta melambat. Hal ini berarti bahwa apa yang telah dirumuskan para fisikawan dulu dengan kurva a(t) yang sebenarnya harus melengkung ke bawah, yang memiliki kemiringan yang sama di masa sekarang t_0. Oleh karena itu, a(t) haruslah memotong x, a = 0. Pada saat t_min. Maka jika syarat energi kuat dipenuhi, alam semesta homogen haruslah mempunyai faktor skala 0 pada suatu saat di masa lalu yang lebih belakangan daripada H*-1_0 sebelum masa sekarang. Waktu inilah yang disebut dengan Big Bang, dan terkait dengan kerapatan energi disebut dengan singularitas awal.

Note :

 a) a = constanta —> a(t) = konstanta x (t-t_min)

 b) t_0 – t_min = H*-1_0 = 9,77h*-1 x 10*9 tahun

Kepustakaan

1. Einstein and Religion : — (Lupa lagi)

2. The Theory Of Everithing : Stephen Hawking

3. A Brief History Of Time : Stephen Hawking

4. Teori Relativitas Albert Einstein : Taufik Hidayat

5. Einstein and His Violin : Thomsmith

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sains. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s