Menuju Waktu

Sempat ku berfikir diri ini tenggelam

Ingin ku mengakhiri dalam keterpurukan sesak ini,

Dan ingin ku lepas mantra bayangmu

Kau memang indah, namun melawan

Ku ingin bermain,

Bersama pertemuan aingin di pinggir angin

 

Kau akan menjadi kematianku,

Ya kematiaku.

 

Mengubur semua.

Ku takkan biarkan kau menguburnya

Ku takkan biarkan kau merangkul itu

Ku takkan biarkan kau menjaringnya dalam peluk tanah

 

Waktu kita hamper tiada,

Dan waktu kita akan lenyap

Kau takkan pernah bisa memaksa tanah

Berteriak, tidak akan menghentikannya

 

Ku ingin kebebasan, terikat dan terbatasi

Ku coba memberimu sampai kau suka

 

Kau tak pernah tahu bahwa ku benar terjebak,

Dalam mimpi.

Kau tak pernah melanggar mimpi ini

 

Kau akan menyapu hidupku

Bagaimana dengan kisah ini?

Dan kau akan mengambil hidup ini.

 

Ku takkan pernah takut akan semua itu

Selalu berfikir di ujung lentera

bahwa ku memang akan menghadapi mati.

 

Di batas rindu pada senja dulu

Ku merenung,

darimana ku berasal?

Mau apa aku di dunia ini?

Kemana ku akan pergi?

Untuk apa aku hidup?

dan mengapa kita harus percaya pada sesuatu yang di luar diri kita?

 

Semuanya hanyalah pandangan lama

Ku akan menemukan dunia baru,

usai kumati bersama masa lalu benci.

 

padamu yang tiada,

Terima kasih kau tlah ajarkan api kejengkelan.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s