“Cermin Tanpa Nama”

Serpihan cermin kau cipta

Hanya untuk diri-Mu seorang

Namun, ku tak bisa melihat diriku.

Ku ingin sendiri,

Tanpa diri-Mu, Tuhan.

Hanya dengan ini,

Rindu-rindu menjadi Tuhan baruku.

 

Biarlah cermin itu menampakkan,

diriku seutuhnya.

Bila berkunjung jua,

Ku ingin bercumbu dengan-Mu, Tuhan.

Lewat cermin yang kau cipta.

 

Temaram ini,

menjadi saksi bahwa diri-Mu adalah sebuah dugaanku saja.

Karena kau tak adil untuk cermin-Mu, dalam diriku.

Tentang Falah

Keepsmile and .... and... and....
Tulisan ini dipublikasikan di Sastra. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s