Doa turun, Kala Ibu Menghampiri

Wahai,

ketakbermaknaan di luar semesta

Ku angkat harapan, dan

kuukir bintang.

Tangis ini mewangi,

bersama gubahan bunga di sudut matamu. ibu.

 

Ibu,

Biarlah purnama bercumbu,

dengan gelombang samudra di tepi dermaga.

 

Ibu,

Doaku sekarang menuju nirvana,

dan turun membawa sepotong senja untukmu.

 

Ibu,

Tak ada kata yang kau ucap,

selain mengerti berarti memaafkan segalanya.

 

Tuhan memang tak berada di luar mata.

namun, ia bersemayan di setiap cermin manusia.

 

Biarlah,

Biarlah kau ayunkan kakimu, Ibu.

untuk mencari damai di kemudian hari.

 

Ibu,

Izinkanlah kutautkan doa pada cakrawala

Izinkanlah kuhias matamu dengan zahra

izinkanlah kupergi,

untuk mengambil segelas air dari surga.

Hanya untukmu Ibu.

 

Ibu,

Serpihan waktu,

tak akan menembus sanubari rindumu.

hanya akulah yang mampu menari-nari dan mengerti,

kala kau dipelukan hamparan yang tak berpenghuni.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

5 Responses to Doa turun, Kala Ibu Menghampiri

  1. angananTyas says:

    indah pujian untuk ibu, boleh saya bacakan untuk ibu saya juga kak falah ?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s