Prajurit Troya III

Setelah matahari dipandang nyata

Tiung dan bayan memulai cerita

Diambil samurai yang berbeda

Berselubung tidur dengan air mata

Cahaya bersinar,

menawan,

memekar,

menari di atas bunga,

seolah tak rela untuk membuatnya layu.

Halnya Menara Rouran di lingkaran pasir.

Cahaya terus menari

Menuju kebun,

di mana pusaka dewa berada.

Raja dalam catur harus dilindungi,

tusuklah Armada Yunani dengan pisau cahaya.

Cahaya yang mengalir,

menuju taman di tengah padang pasir.

[26/05/12]

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s