Vidyasamuddesha : The Acquisition Of Knowledge In The Kama Sutra [1-12]

Tujuan hidup yang pertama ialah pengetahuan penerimaan, tanpa pengetahuan, semua prestasi tidaklah mungkin dicapai.

  1. Tanpa membatasi waktu telah menunjukkan pengajaran spiritual, pokok bahasan, dan hubungan pengetahuan.

Pokok spiritual masuk dalam pembahasan Shruti dan tradisi Smiriti. Sedangkan Artha Vidya masuk dalam kawasan Varta Shastra, Danda Vidhi, Yogakshema, dan Anvik-shiki. Semua itu memberikan sebuah pemahaman tentang sifat alamiah manusia. Pokok pembahasan spritual dan Artha Vidya memberikan sebuah kepentingan hidup. Jika Seseorang belajar Kama Sutra harus memiliki waktu luang dan ini merupakan pengetahuan serupa dengan intrumen musik dan nyanyian yang mana akan menjadikan keduangan akan dipraktekkan dan didengarkan. Tradisi mengajar ialah dasar di empat belas ilmu pengetahuan yang di dalam itu terdapat Siddhanta. Pertama dari semua ilmu pengetahuan ialah pembelajaran tentang penyingkapan kitab suci, Veda, dan semuanya punya spesialisasi yang membentuk sebuah rentetan karya yang mana pokok pembahasannya mendalam. Smriti dari Yajnavalkya memiliki bagian ilmu pengetahuan. Yaitu :

  1. Empat dari Vedas
  2. Empat dari Vedangas
  3. Mimamsa
  4. Nyaya
  5. Puranas
  6. Dharma Shastra : (1) Pancharatra (2) Kapila (3) Aparantaratam (4) Brahmishtha(5) Hairanyagarbba (6) Pashupata  (7) Shaiva

Di empat belas sekolah ada tiga ratus basis text dan tujuh puluh Maha Trantras dimana mewujudkan tradisi spiritual Shivaisme. Menurut Mahabharata pengetahuan dari perjanjian Shivaisme dengan pokok pembahasannya diantaranya ialah Keprihati-nan politik dan ekonomi. Beberapa pokok pembahasan ialah sebagai berikut :

1)      Lokayata Shastra

2)      Seni

3)      Strategi

4)      Chariots

5)      Kuda

6)      Gajah

7)      Ilmu kedokteran Hewan

8)      Ilmu Veterinari

9)      Yantra

10)  Vanijya

11)  Gandha shastra

12)  Pertanian

13)  Zoologi

14)  Peternakan

15)  Arboriculture

16)  Pandai Kayu

17)  Malla

18)  Vastu

19)  Vakovakya

20)  Chitra

21)  Lipi

22)  Mana

23)  Dhatu

24)  Samkhya

25)  Pemahat Patung

26)  Arta shastra

27)  Tantrika shruti

28)  Shilpa shastra

29)  Mahayoga

30)  Manavavidya

31)  Suda shastra

32)  Dravya shastra

33)  Ilmu Pengetahuan tentang Ikan

34)  Ilmu Burung

35)  Herpetologi

36)  Bhashya

37)  Chaura shastra

38)  Matri tantra

Ketigapuluh pokok pembahasan ini dari bagian Artha Shastra. Di dalamnya pula dijelaskan masalah ekonomi secara detail. Artha Shastra ini karya Kautilya. Kalpa ialah satu dari enam teks yang disusun berurutan. Itu menjelaskan makna dari kata-kata dan tata cara ritus. Kalpa Sutras yang mana dibagi ke dalam tiga bagian, menguraikan tentang Shruta, Grihya, Darma. Bagian religius menjelaskan sosial, tugas-tugas moral, dan keadilan. Dimana semua itu dijelaskan secara riwayat/turun temurun. Seperti Manu, Yajnavalka, Gautama, Vasishtha, Purushara, dan Shankha. Selain Eroticisme, ajaran Vatsyayana juga menutup pembahasannya dengan etika dan ekonomi, dan semua ini berhubungan dengan Kama Sutra dan Musik. Seperti halnya Dharma Shastra dan Artha Shastra, Kama Shastra dari riwayat kuno dapat dipahami secara tidak panjang lebar. Ketika belajar seksualitas, ini merupakan esensi dari Sangita yang mana memiliki seni dalam bercinta. Hanya eroticisme yang menghubungkan musik dengan Nada Vidya. Svara memiliki relasi dengan Dewa, Rishi, Planet-planet, bintang-bintang, warna-warna, dan irama yang bukan renungan belaka. Akan tetapi, memiliki sebuah makna yang amat dalam, korelasi dengan realitas. Ini semua bisa dipelajari melalui alat-alat musik seperti drum, aturan nafas, dan ketukan. Ini dikarenakan musik berkontribusi kepada pengalaman, atau Brahmananda.

2. Seorang wanita akan mempelajari tahapannya secara rata sebelum beranjak desawa, dan sebelum menikah, bahkan sesudahnya dia akan belajar dengan suaminya. Studi tentang perhatian wanita selama dia  pewaran berada di bawah perintah ayahnya. Seorang wanita akan belajar agama dan ekonomi sebagai nasehat seperti halnya pengetahuan erotic dan musik. Ketika di bawah perintah ayah, idealnya wanita tersebut mempelajari Kama Sutra dan bagian dari Kama Sutra. Berdasarkan penelitian orang-orang, “tapi, keberadaannya kurang bebas, bagaimana bisa mereka untuk belajar? Apakah mereka memiliki kesempatan untuk mempelajari-nya? Kemudian ketika melakukan pernikahan, mereka merupakan subjek dalam pemikiran, kata, dan prilaku suami mereka sebagai petunjuk”. Hanya lesbian yang tidak memiliki masalah-masalah.

3. Pengarang kuno mempertimbangkan seorang wanita tidak mampu memahami pengetahuan, maka tidak usah mengajari mereka berbagai hal secara sungguh-sungguh.

4. Vatsyayana mencatat bahwa mereka bisa memahami pengetahuan praktis dan latihan untuk mempercayai seluruh teori.

5. Perempuan mampu memahami teori secara praktis dalam Kama Shastra dan tidak bisa memahaminya teori dengan mudah. Kajian Kama Sutra merupakan kajian tentang nilai. Tujuan perpaduan seksualitas tidak hanya Vasana, tapi juga sosial dan spiritual. Perempuan memiliki sifat alami dan kecendrungan yang tidak disangkal untuk melakukan sex, dan kecendrungan itu merupakan bagian dari bentuk keberadaan mereka.

Semua hewan, burung, dan ikan melakukan seni seksual. Hanya perbedaan antara manusia dan makhluk taat yang merupakan Viveka. Seorang manusia tanpa Vivekashunya melakukan persetubuhan sebagai jalan lain bagi hewan. Kama Sutra merupakan esensi dari pria dan wanita membedakan diri mereka dengan hewan. Secara sadar mereka menjadikan kesadaran merupakan bagian akhir dari seni seksual.

Ketika ragu, terbangun, dan kami bertanya pada diri sendiri, “apakah kami bisa melakukan ini atau tidak, aturan ini atau itu? Jawabannya telah ditemukan dalam Kama Sutra. Jika seorang wanita belajar ilmu erotik, dia akan tahu bagaimana menyikapi kehidupan pernikahannya. Ini sebagai nasehat di masa mudanya dan tidak akan terjatuh kedalam ketidaktahuan.

Menurut Mimamsa, memulai kehidupannya secara sendiri secara jantan dan sebaliknya juga pasangan. Di mana pasangan bisa membandingkan kedua Vidyutashakti, menarik, dan memukul mundur seseorang yang agresif dan energik. Dunia ini diciptakan atas perpaduan dua energi, pria dan wanita, serta segala sesuatu yang hilang ketika mereka terpisah. Mimamsa juga berpendapat bahwa ketika keinginan perempuan terpenuhi oleh pria, maka itu bisa meng-jangkau tingkat kenikmatan.

Dalam kajian ini, pria dan wanita bersatu dalam hasrat kesenangan seksual dari sebuah ketulusan [suka sama suka], bersama mencapai kesenangan dan peningkatan spiritual. Ketika pria dan wanita berbeda ras dalam sifat mereka, dan cendrung berfikir, maka dengan memahami Kama Sutra, mereka bisa mengatur pemahaman yang lain dan walaupun mereka bercampur seperti air dan susu.

6. Dalam semua bagian, dan tidak hanya seperti pelatihan berhubungan seks yang sebagian kecil aspek teorinya diketahui. Ini adalah tempat tatabahasa dan astrologi. Walaupun tahu sisi praktis, mereka dengan kurang baik memberi tahu mengenai teks dalam pembahasannya

7. Teori selalu memberi sebuah keputusan jika itu merupakan pemisahan praktis. Pemahaman terhadap teori mencerminkan sebuah tradisi, yang mana itu merupakan sebuah basis ketika hubungan tidak jelas. Seseorang mengetahui teori praktis

8. Seorang pendeta Illiterat yang tidak tahu tatabahasa, hanya menuangkan sesaji di upacara api. Walaupun mengerti bahwa ketidakadaan makna dari sebuah formulasi, pendeta mengadakan baca mantra dalam ritus. Mereka mendasarkan pada tatabahasa, dan mengetahui bahwa itu semua merupakan tradisi. Ini merupakan permohonan delapan Dewa

9. Astrologi memberikan sebuah inti penamaan terhadap The Feasts. Manusia mengamati hari kebahagiaan, kegembiraan, dan lain-lain, walapun mereka tidak mengetahui astrologi.

10. Manusia menunggangi kuda dan gajah meskipun tidak tahu ilmu tentangnya.

11. Meskipun raja mereka adalah tokoh yang tidak terkenal, tapi rakyat mengamati hukum yang ia buat. Dengan cara yang sama hukum Kama Shastra tidak diketahui. Mereka telah mengamati secara praktis. Vatsyayana menerangkan mengenai menanggulangi pengaruh dan pentingnya Kama Shastra, yang mana hukum-hukum ini merupakan cerminan dari tradisi

12 Prinsip-prinsip seni erotic mengenai akibat anak perempuan dan pendeta sebagai pelacur. Ketika mereka tidak bisa merubah pengajaran mengenai kerelatifan teori.

Untuk semua wanita, apapun keadaannya, harus mampu mengajarkan Kama Shastra dan Seni seperti musik, dan yang lainnya. Dimana dalam bagian ini berada dalam prinsip india kuno. Ini merupakan kausalitas dalam kehidupan sosial, pelacur selalu memiliki kehormatan, tidak hanya cantik, jalan hidup dan aura mereka, tapi juga pengetahuan, manfaat dan kehidupan sosialnya pun memiliki kehormatan. Dalam sejarah Buddhis Jatakas dan dalam permainan Daridracharudatta oleh Bhasa, kecantikan dan kualitas pelacur Vasantesena telah dikutip sebagai model  yang tingkah lakunya feminine. Zaman dahulu, raja dan ratu mengirim pelacur agar mendengarkan seni dan kemuliaan tatakrama. Tidak hanya pelacur yang menghormati, tapi keberadaan mereka membawa kepada prilaku terpuji. Mereka mengetahui sebagai Mangalamuki.

From : The Kama Sutra Of Vaalameki

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
Aside | This entry was posted in Filsafat, Keagamaan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s