Mengagumimu ialah Teologiku

Tafsiran mengenai apa yang dikhotbahkan Para Bijaksanawan mengenai seluk laku terelung dalam kisah-kisah lampau. Kutempuh hermeneutis yang disetiai semiotis untuk mengurai makna tatapmu. Namun, di sela ruang-ruang harapan tersemayam sepasang mata lain. Entah, Zarathustra mengutukku dengan pengulangan abadi, atau jangan-jangan Dionisyan berusaha menikam Appolonian ketika senja tertutup burung gagak yang camar? Sudahlah.

Ketika akhir penjelajahan Dunia Intelektual di Kampus, pernah kita berjumpa jua yang setidaknya merangkai asa dalam metode dialektik Hegel yang super rumit, dan sedikit tawa Roh Absolut di fikiran Jacques Derrida. Entah bertepuk sebelah tangan atau laksana mawar tak berduri kisah lalu kuingat jua, kasih. Terpasti ketika kau dan aku berjalan bersama tuk melihat nan mengingat masa lalu, Cinta dalam dharma Platolah yang sedang buntuti ria kita. Jika air bias tempati langit dan bumi dalam ruang berbeda, maka tidaklah mungkin jalinan persaaan dulu yang kukenang ini ialah kesia-siaan belaka.

Kulihat baying-bayang dan imagi dirimu di dua dimensi, kau amatlah dewasa. Dulu kuingat mata sinismu yang kubenci, dan acuhmu yang kukesali, kini kurindui semua. Entah siapa saja yang berbaris di hatimu sekarang, namun, dalam katamu kesetiaan ialah bagi jiwa yang berkualitas. Begitupun aku yang menikahi angan-angan dan bayangan tentang dirimu. Terwujud atau tidak, itu hal lain ketika semua harapan pergi, berlari, dan bersembunyi di Antara bayang berbukit dan jalan bersamudra. Ingatlah, aku kan menjadi air yang menempati dua tatanan. Ketika air itu di Bumi, ia kan terus menyelinap dalam sela-sela tanah untuk mencari secerca cahaya, nan ketika air itu di Langit, ia akan dibantu angin. Ditiup dalam empat arah ketika semua Weda sempurna. Semua untuk mencari dirimu, kasih.

Kuakui tidak ada yang spesial dalam refleksi teologis ini, tetapi doaku kan berada di syair al-Quran yang dibuka oleh Syair Kunjah. Dimana semua kumunajatkan untuk pertemuan kita kelak. Kau dan aku dalam prestasi yang berbeda, namun tetap berbaur di Rahim Ilahiyyah.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Keagamaan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s