‘Secred Geometry’ I

Geometri dimulai dengan sebuah titik yang mana itu sirkuler (Berujung Pangkal), atau dalam dimensi segi tiga, berbentuk bola. Titik ini hanya ada dalam persimpangan dua garis atau lebih. Keberadaan titik persimpangan ini sangat abstrak, sementara untuk sekarang hanya secara empiric keberadannya dan memiliki akhir. Demikianlah semua tentang geomtri yang kita penalajri. Apapun rahasia atau ketelitian, sumber-sumbernya dari ketiadaan. Sebagaimana secara fakta ialah sebuah titik yang tidak memenuhi syarat dimensi.

Awal dari sebuah dimensi dimulai dengan sebuah garis bertitik yang ditransisi secara sendirinya melalui ruang, seperti ‘Red Shift‘ yang menggambarkan Galaxy. Garis ini adalah garis edar terpendek antara dua kemungkinan yang tidak terbatas dari sebuah relasi titik satu dengan titik yang lainnya untuk satu, dualitas, dan dua garis dalam sebuah tempat. Alasan para matematikawan mengasosiasikan dengan dimensi pertama. Garis yang bergerak dengan kecepatannya sendiri berjalan di antara kekosongan sebelum gambar kelahiran dan kekosongan setelah kematian.

Semua ini tidak tertutup, dan kelihatannya nampak stabil sampai kertubungnya tiga jalur. Lebih tepatnya sampai garis yang beredar di orbital pertama ditransisi seperti sebuah kaca yang menjadi hubungan dengan dimensi kedua. Semua ini dimungkinkan sebagai ekspresi planar yang amat sederhana dalam sebuah segitiga sama sisi, dan symbol api trinitas sebagai penciptaan aktif. Ini semua dijadikan sebuah rujukan pada sebuah getaran dalam konsentrasi kimia dan mekanika.

Jika ketiga garis ini telah berdiam dalam tiga penyumbatan, dan penyumbatan-penyumbatan mengapung dalam sebuah inti ‘Bowl‘ (Inti dari sebuah bola yang terpotong dua) dari sebuah air dengan raksi magnet di bawahnya, maka akan menyusun dengan sendirinya menjadi sebuah keteraturan segita secara konstanta. Titik yang tidak berpangkal ini membutuhkan nilai minimum dari ketiga sudut untuk berdimensi dalam bentuk segitiga. Cahaya putih berbekas tanpa adanya perbedaan ke berbagai warna sampai semuanya selesai menjadi sebuah prisma segitiga.

Para Brahmin wanita berbicara dalam Kitab Injil dari dua peperangan, yaitu energi spiritual yang turun dari surge dan energi dingin keduniawian yang manik dari materi. Pada tradisi kuno sering dijumpai konsef bayangan dalam segitiga berbasis materi. Point ini seperti gambar kenaikan, dan segitiga yang berakar dalam sebuah keadaan Iblis dan keturunan hina. Semua itu ialah sebuah penyatuan dari sifat yang berlawanan yang merupakan semangat yang bersatu pada materi, Sang makrokosmik, dalam kesempurnaan dan kefeminiman yang sensitif serta bersifat ketuhanan. Ini ialah sebuah “The Star of David‘ yang setiap titiknya seperti setiap kebenaran simbol menyentuh totalitas lingkaran yang sebenarnya tidak nampak.

Sesi pertama mungkin sekian…!!!!

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Filsafat, Sains. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s