Janjimu

Kau berhasil daki gunung dengan seribu janji

menabur harapan kosong di setiap langkah

memotret keindahan kata palsu di pendakian

Kau berhasil lewati Viedra

dari hulu sampai hillir

dengan indah janjimu

Sayang,

janjimu bukanlah lotus kediaman Brahma

dan Lotus simbol Vishnu.

Hanya sebuah lelucon Rakhuana di Alengka

Hei, kau yang pernah kucinta

pergi temukan damai dalam pejam matamu

Kau yang pernah kusayang

pergi mencari damai dalam sunyimu

kau yang pernah kusuka,

beristirahat dalam tanah merah.

Gelar sejatimu sebagai almarhumah

dibahasi tangisku,

tangis para kawanmu,

dan jutaan munajat penjengukmu

Aku, iya siapa lagi.

Orang terakhir yang kan tinggalkanmu

dalam tujuh langkah penentu amalmu,

Ingatkah kau, duhai orang yang sempat kucaci

wanita yang sempat kumaki.

Tuhan ya Tuhan,

Namamu diagungkan,

Di kala hidup,

Waktu sengsara

Di pintu mati,

Cinta ya cinta

Cinta ya cinta…..

Lagu kesukaan kita kala membantai agamawan

membuat batu memadam api di opini.

kau sungguh berarti ketika kau tiada,

membuatku sesal di masa lalu

Tapi,

kau akan jadi sebuah nama

dari sebagian pengetahuanku.

Selamat jalan,

Tunggulah aku di kedamaianmu.

About Falah

Keepsmile and .... and... and....
This entry was posted in Keagamaan, Sastra. Bookmark the permalink.

2 Responses to Janjimu

  1. Keren puisnya, aku suka.

  2. Falah says:

    makasih azizah… aku lagi baca pula blog kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s