Blog Archives

Nuptials

Qadha’ berwujud istimrar  Beraneka ithnab  Beragam bukaa’ Khayar kupilih dalam Khaatim al-Khiyaat Tanpa kutahu apakah itu Syahwah al-Khaafiah Rahmat jiyadah al-khair Kuwadahi dengan fanaa iri dengki Seribu kureinkarnasi Seluruh doa mebentang Gungcangkan pilar kebajikan arasy’ Mengalir, cahaya mishbah tanpa kata … Continue reading

Aside | Posted on by | Leave a comment

Aus hohen Bergen

Karya Friedrich Nietzsche Oh Lebens Mittag! Feierliche Zeit! Oh Sommergarten! Unruhig Glück im Stehn und Spähn und Warten: — Der Freunde harr’ ich, Tag und Nacht bereit, Wo bleibt ihr Freunde? Kommt! ‘s ist Zeit! ‘s ist Zeit! Oh Hari … Continue reading

Aside | Posted on by | Leave a comment

Fitri

Kau permainkan kami Menjadi petanda satu pada penanda lain Kau mampu terayu pikiran-pikiran semu Ketika kami mencurahkan semua imajinasi Kau bermakna dalam hubungan-hubungan Bermakna tabu, Dalam keindangan gunung tertinggi. Apakah kau tahu apa itu? Aforis Neitzsche yang tampak dalam benang-benang. … Continue reading

Aside | Posted on by | 2 Comments

Refleksi terhadap Puisi Aus hohen Bergen. — (1886)[1]

Oleh: Ghost Writer[2] Sudah lama penulis tidak mencurahkan penafsiran terhadap puisi-puisi Nietzsche. Melalui inspirasi dari beberapa film yang menurut penulis bagus untuk dijadikan perbandingan dalam penafsirannya, maka puisi ini diangkat sebagai bahan pokok tulisan refleksi. Dalam tulisan ini, penulis akan … Continue reading

Aside | Posted on by | 8 Comments

Sarah dan Ken*

Seketika manusia harus menyadari akan sebuah hubungan, seperti hal aku dalam ragam relasi. Pertanyaan sederhana bisa diungkapkan, bila setiap gairah dipuaskan seketika setelah ia muncul, bagaimana manusia bisa menjalani hidup dan melalui waktu? Bayangkan jika beberapa orang dikirimkan kepada utopia … Continue reading

Aside | Posted on by | Leave a comment

I am what do you say(s)

Tercium, wewangi yang tertebar Beralas debu di himpitan angin perlahan, bunga itu jatuh mengering, sirna terinjak sadar, bahwa namaku tertulis bersama kenangan yang damai di lampau Entah itu apa, mendengung di gendang serasa tasbih dan penghormatan abadi Oh iya, ada … Continue reading

Aside | Posted on by | Leave a comment

Perbincangan Gerimis

Senja memerah di lingkaran orbital semesta yang tabu. Langkah kuayun jari menari di pinggiran semesta. Angin menuntun awan pergi ke barat, dan membisikan pada tiada bahwa aku yang sendiri menghias langit dengan canda lama. Detik pendulum dunia mengurungku bersama rindu … Continue reading

Aside | Posted on by | Leave a comment